JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendatangkan 30 personel Manggala Agni dari Jawa Barat dan Sulawesi untuk mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang telah memasuki hari kelima, Sabtu (4/7/2026).
Meski kobaran api di permukaan mulai berkurang, proses pemadaman masih terus berlangsung.
Baca juga: Api Mulai Padam, Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Justru Makin Berbahaya
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faizal Malik Hendropriyono, mengatakan karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin mirip dengan kebakaran lahan gambut.
Karena itu, KLH mengerahkan personel Manggala Agni yang selama ini berpengalaman menangani kebakaran hutan dan lahan gambut.
"Mereka adalah ahli dalam memadamkan kebakaran lahan gambut yang karakteristiknya serupa dengan TPA ini," ujar Diaz di lokasi, Sabtu.
Baca juga: Hari Keeempat Kebakaran TPA Jatiwaringin: Gas Metana Terus Keluarkan Asap
Diaz menyebut penyemprotan air dari permukaan saja belum cukup efektif untuk memadamkan bara api yang berada di bawah timbunan sampah.
Karena itu, tim Manggala Agni menerapkan teknik injeksi air langsung ke bagian bawah gunungan sampah agar bara api yang masih menyala dapat segera dipadamkan.
"Di bagian atas terlihat sudah padam, tetapi di bagian bawah masih ada apinya karena mengandung gas metana (CH4), terdapat potensi ledakan juga," ujar Diaz.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan petugas gabungan dari pemadam kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kepolisian, dan TNI masih berjibaku memadamkan bara api yang diduga masih menyala di bawah timbunan sampah.
Asap putih terus membumbung dari sela-sela gunungan sampah.
Petugas berupaya menekan kepulan asap tersebut dengan menyemprotkan air menggunakan selang pemadam.
Selain itu, ada empat unit ekskavator dikerahkan untuk membongkar timbunan sampah yang masih mengeluarkan asap.
Penggalian dilakukan karena dikhawatirkan masih terdapat bara api yang menyala di bawah gunungan sampah.
Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter water bombing jenis MI-8AMT milik BNPB.
Helikopter itu tampak bolak-balik mengambil air dari danau menggunakan bambi bucket berwarna oranye sebelum menjatuhkannya ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




