Melalui Pangan Lokal dan Edukasi VR, ​Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Gelar Gerakan Desa Bebas Stunting di Selayar

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID,​ SELAYAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan masyarakat daerah guna memberantas masalah gizi buruk pada anak.

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat – Program Kemitraan-Masyarakat (PPMU-PK-M), tim pakar dari Unhas sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gerakan Desa Bebas Stunting Melalui Pangan Lokal”.

​Kegiatan pengabdian ini dipimpin langsung oleh Dr. dr. Sri Ramadany, M.Kes., dengan melibatkan anggota tim ahli yang terdiri dari Prof. Dr. Muh. Harun Harun Achmad, drg., M.Kes., Sp.KGA., Subsp.KKA (K). FSASS, Dr. dr. Aminuddin, M.Nut&Diet, Ph.D., Sp.GK. dan Hedi Kuswanto, S.si., M.Si

Rangkaian acara dirancang komprehensif, mulai dari edukasi kesehatan dasar, inovasi pangan, hingga pemanfaatan teknologi modern.

​Apresiasi Pemerintah Desa Bontosunggu
​Kehadiran tim pengabdian dari Unhas ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan warga setempat.

Kepala Desa Bontosunggu, Andi Patmahwati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya program tersebut.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran tim pakar dari Universitas Hasanuddin yang telah memilih Desa Bontosunggu sebagai lokasi pengabdian,” tuturnya.

Isu stunting kata dia, tantangan yang harus tuntaskan bersama demi masa depan generasi penerus. Ia berharap seluruh warga, khususnya ibu-ibu yang hadir, dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik.

“Diharapkan juga bisa mempraktikkan langsung inovasi olahan pangan lokal bergizi di rumah masing-masing,” ujar Andi Patmahwati.

Kepala Desa Andi Patmahwati mengaku jika diharapkan pemanfaatan pangan lokal dan inovasi teknologi, diharapkan Desa Bontosunggu dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Selayar dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Lalu ada edukasi Masyarakat Lewat Pendekatan Teori dan Praktik Setelah sambutan pembuka, acara inti diawali dengan penyuluhan stunting oleh Dr. dr. Sri Ramadany, M.Kes.

Dalam sesinya, warga Desa Bontosunggu diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya stunting bagi masa depan anak, pentingnya asupan gizi pada seribu hari pertama kehidupan, serta langkah-langkah konkret pencegahannya di tingkat rumah tangga.

​Tidak berhenti pada teori, tim Unhas juga menghadirkan solusi praktis yang relevan dengan potensi daerah. drg. Dani memimpin sesi sosialisasi pembuatan pempek dari bahan dasar pangan lokal yang dimodifikasi menjadi sajian tinggi gizi.

“Demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan alternatif jajanan dan lauk-pauk sehat yang mudah dibuat, terjangkau, dan tentunya disukai oleh anak-anak,” ucapnya.

​Hadirkan Teknologi Virtual Reality (VR) di Balai Desa hal yang paling menarik perhatian warga dalam kegiatan ini adalah hadirnya terobosan edukasi berbasis teknologi canggih. drg. Yuni mengambil panggung untuk mendemonstrasikan penggunaan kacamata Virtual Reality (VR).

​Melalui media VR, masyarakat diajak untuk merasakan pengalaman visual yang interaktif terkait edukasi kesehatan gigi dan gizi. Penggunaan teknologi ini membuktikan bahwa sosialisasi kesehatan di pedesaan bisa dikemas secara modern, imersif, dan tidak membosankan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membangun Talenta Global untuk Indonesia
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Peradi Bersatu Angkat Bicara Soal Tudingan Penyusup di Sidang Praperadilan Roy Suryo
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Lirik Romanized dan Makna Lagu
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Bahlil Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik hingga Kuartal III 2026
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Akhirnya Bertemu Kedua Putrinya, Ruben Onsu Justru Akui Ada Perbedaan Sikap
• 2 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.