Penguatan fundamental dinilai menjadi kunci agar sektor perbankan BUMN mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan perbankan BUMN memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.
"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat," kata Dony Oskaria dalam katerangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.
Baca juga: Danantara Beberkan Kinerja BUMN 2025, Ada yang Catat Lonjakan Laba Penguatan aksi korporasi jadi fokus Menurut Dony, penguatan aksi korporasi menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kapasitas bisnis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan BP BUMN dan Danantara Indonesia bersama jajaran direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Pertemuan itu membahas evaluasi kinerja, strategi bisnis, hingga rencana aksi korporasi perusahaan ke depan.
Dony menilai BNI memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas bisnis sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar.
"BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," ujar Dony.
Melalui penguatan strategi bisnis dan fundamental perusahaan, Danantara Indonesia bersama BP BUMN berharap seluruh bank BUMN mampu menjalankan perannya sebagai motor pembiayaan sektor produktif sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





