Ada dugaan kebocoran informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing). KPK menduga informasi mengenai OTT di Langkat dan Kuansing dibocorkan pihak yang diperiksa.
"Jadi kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Dalam kegiatan OTT, tim penyidik akan turun langsung ke lapangan. Saat itu juga kemungkinan diketahui bahwa ada orang KPK yang sedang turun ke lapangan.
"Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkapnya.
"Terkait untuk penyelidikan tertutup, memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," tambahnya.
KPK akan mendalami lebih lanjut terkait mengapa informasi OTT tersebut bisa tersebar saat tim masih ada di lapangan. KPK juga akan melakukan evaluasi.
"Kami juga akan lakukan evaluasi apakah pada saat mungkin turun ke lapangan itu tidak bersama-sama atau berombongan gitu satu per satu, atau memang kami seperti apa untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak bocor dari dalam tetapi itu diduga-duga oleh pihak-pihak di luar sehingga kemudian itu sampai informasi ke pihak-pihak yang memang menjadi target kami," tuturnya.
(ial/isa)





