Pantau - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menilai Kota Batam memiliki potensi besar menjadi pusat investasi nasional karena didukung posisi strategis di jalur perdagangan internasional, status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), serta infrastruktur industri dan logistik yang terus berkembang.
Banggar Dorong Penguatan Daya Saing BatamWakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan Batam sejak awal diproyeksikan menjadi motor penggerak investasi, ekspor, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sejak awal pemerintah menetapkan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang diharapkan menjadi motor penggerak investasi, ekspor, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Menurut Syarief, Batam kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan kawasan ekonomi di negara ASEAN sehingga diperlukan peningkatan daya saing.
"Batam perlu penguatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, digitalisasi pelayanan, serta integrasi kawasan industri dan pelabuhan harus terus menjadi prioritas," tegasnya.
BP Batam Siapkan Anggaran Rp2,4 TriliunDalam pertemuan tersebut, BP Batam menyampaikan komitmen untuk mengembangkan Batam sebagai hub ekonomi digital regional dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,4 triliun yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sekitar 65 persen anggaran dialokasikan untuk belanja publik, sedangkan 35 persen digunakan mendukung program strategis, termasuk pembangunan infrastruktur.
Anggota Banggar DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong pembangunan fasilitas penyimpanan LPG dan LNG guna memperkuat posisi Batam sebagai pusat distribusi sekaligus cadangan penyangga energi nasional.
Sementara itu, Anggota Banggar DPR RI Kamrussamad menilai Batam harus menjadi lokomotif dalam meningkatkan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) sekaligus mengantisipasi deindustrialisasi dini dan jebakan middle income trap.




