Militer Ukraina Padukan Senapan Berusia Hampir 100 Tahun dengan Robot, Ciptakan “Tank Kecil” di Medan Perang

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Menghadapi tingginya korban di garis depan serta rendahnya tingkat kelangsungan hidup kendaraan tempur konvensional, militer Ukraina terus mencari cara-cara inovatif untuk memanfaatkan persenjataan lama. Salah satu contohnya adalah senapan mesin berat Browning M2 buatan Amerika Serikat. Senjata yang telah berusia hampir satu abad ini kini menjadi salah satu andalan Ukraina di medan perang.

EtIndonesia.com Senapan mesin berat Browning M2 berkaliber besar mulai dirancang oleh Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia I dan telah digunakan selama hampir 100 tahun. Senjata ini memiliki daya tembak yang sangat kuat, tetapi bobotnya mencapai sekitar 38 kilogram. Selama ini, M2 umumnya dipasang pada kendaraan berawak seperti Humvee atau diangkut oleh beberapa prajurit secara bersama-sama.

Namun, di medan perang Ukraina yang dipenuhi ranjau darat dan serangan drone, kendaraan konvensional memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah. Karena itu, Ukraina menemukan solusi baru, yakni memasang M2 pada kendaraan darat nirawak (unmanned ground vehicle/UGV) atau robot darat.

Produsen robot dan sistem persenjataan Ukraina, DevDroid, menyatakan bahwa senapan mesin M2 sangat cocok dipadukan dengan robot. Robot mampu membawa senjata berat tersebut ke medan tempur sekaligus menjaga prajurit tetap berada jauh dari garis depan yang berbahaya.

Perusahaan tersebut memproduksi robot darat Droid TW, sebuah platform pengintaian sekaligus penyerangan yang dilengkapi kubah senjata (turret) yang dapat dipasangi berbagai jenis senapan mesin. Menurut pihak perusahaan, pilihan utama militer Ukraina adalah Browning M2.

Mengapa memilih Browning M2 yang sudah sangat tua?

Alasannya karena senjata ini memiliki banyak keunggulan.

Browning M2 memiliki daya tembak yang sangat besar, terkenal sangat andal, kokoh, tahan lama, dan memiliki tingkat kerusakan yang sangat rendah. Setelah digunakan hampir satu abad, mulai dari Perang Dunia II hingga Perang Afghanistan, lebih dari 90 negara di dunia pernah mengoperasikan senjata ini.

Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah biayanya yang jauh lebih murah dibandingkan rudal. Selama beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat telah memproduksi jutaan unit M2 sehingga Amerika dan negara-negara sekutunya masih memiliki stok yang sangat besar.

Dengan demikian, negara-negara sekutu dapat terus memasok Browning M2 ke Kyiv dalam jumlah besar tanpa cepat menguras persediaan mereka sendiri. Bagi militer Ukraina, senjata ini merupakan solusi yang siap pakai dan tersedia dalam jumlah melimpah.

Berubah menjadi “tank kecil” di garis depan

Robot darat yang dipersenjatai Browning M2 kini pada dasarnya berfungsi sebagai “tank kecil” di garis depan.

Selain dipasang pada robot tempur, M2 juga digunakan pada kubah pertahanan udara berbasis kecerdasan buatan (AI) serta unit-unit bergerak yang menggunakan pikap untuk mencegat drone bunuh diri Rusia.

Dalam operasi tersebut, senapan dipasang di bak belakang kendaraan pikap yang bergerak cepat menuju lokasi sasaran, dengan tujuan menembak jatuh drone Rusia sebelum mencapai targetnya.

Robot semakin banyak menggantikan tugas prajurit

Saat ini, militer Ukraina terus memperluas penggunaan robot dengan tujuan mengurangi korban personel sekaligus meningkatkan efektivitas tempur. Robot diharapkan dapat mengambil alih berbagai tugas berisiko tinggi sehingga dapat menyelamatkan nyawa para prajurit.

Kini armada robot Ukraina tidak hanya digunakan untuk memberikan dukungan tembakan, tetapi juga menjalankan berbagai misi lain, seperti:

Menurut data resmi, penggunaan robot oleh militer Ukraina mengalami pertumbuhan secara eksponensial.

Sejak awal tahun 2026, armada robot telah melaksanakan lebih dari 50.000 misi logistik dan evakuasi, meningkat drastis dibandingkan paruh kedua tahun 2025, ketika jumlah misinya masih sekitar 2.000 kali. (***)

Artikel ini terbit di bahasa mandarin NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‘Back to Back’ Bupati Langkat Di-OTT KPK
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
PSIM Yogyakarta Resmi Lepas Anton Fase usai Musim 2025/2026 setelah Terkendala Cedera
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Menag Dorong Peran Imam dalam Diplomasi Keagamaan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Tapir Disembelih dan Dimasak di Mesuji, Kemenhut Turun Tangan
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Satgas PRR Dorong Percepatan Realisasi ABT 2026 untuk Pemulihan Sumatra
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.