Om Zein, Empati, dan Apologi

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

SEJAK 36 tahun lalu lahir dan besar di Purwakarta, rasanya tahun 2026 menjadi tahun yang menjadikan Purwakarta paling ‘populer’ di media. Namun, karena hal alasan yang memalukan.

Tiba-tiba, banyak orang yang membagikan konten viral tentang Bupati Purwakarta periode 2025-2030 Saepul Bahri Binzein (Om Zein), tentang lirik lagu buatannya berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” (Lelaki Langit, Lelaki Bejat).

Om Zein adalah putra kebanggan Subang, kader partai Gerindra, sarjana Agama Islam dari STAI Miftahul Huda Subang. Pada 18 Januari 2026, ia mengunggah lagu (Lelaki Langit, Lelaki Bejat) di akun TikTok-nya 

Lirik yang diklaim sebagai refleksi kenakalan remaja Om Zein di 2020 silam itu menjadi perbincangan masyarakat luas karena dianggap merendahkan derajat wanita, setelah dibawakan di acara Hajat Bumi, Purwakarta, akhir Juni 2026.

Om Zein nampak mengikuti filosofi patron Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta due periode, yang menjalani adagium pebisnis dan ahli manipulasi Amerika Serikat Phineas Taylor Barnum, “There's no such thing as bad publicity” (Tidak ada yang namanya publisitas buruk).

Penulis asal Inggris Oscar Wilde pernah berkata serupa, “There's only one thing in the world worse than being talked about, and that's not being talked about” (Satu-satunya hal yang lebih buruk daripada diperbincangkan adalah tidak diperbincangkan sama sekali). 

Baca juga: Pelajaran Strategi dari Akuisisi Bakmi GM

Boleh jadi, lirik lagu Om Zein yang dianggap misoginistis dan tidak populer bantu membuka jalan menuju Bupati Purwakarta dua periode, mengikuti kesuksesan Dedi Mulyadi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuktikan bahwa dua periode bisa diraih terlepas skandal kasus pelecehan seksual, Jeffrey Epstein, dan pernyataan ceplas-ceplosnya.

Legitimasi Misi

Membuat lirik yang vulgar dan misoginistis adalah satu hal.

Menjadikannya sebuah lagu, menyebarkannya ke publik di TikTok dengan kapasitas sebagai Bupati Purwakarta mencerminkan keberadaan intensi dan kesadaran dalam bertindak.

Saat kampanye, misi nomor satu Om Zein adalah, “Meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Purwakarta yang berkarakter, cerdas, unggul, sehat fisik dan mental, berakhlak serta profesional pada bidang tugasnya masing-masing”.

48.48 persen pemilih Om Zein di Pilkada 2024 mungkin tidak pernah menyangka bahwa jagoannya adalah orang yang tidak pernah berharap menjadi seorang wanita.

“Nuhun Gusti tos nyiptaekeun kuring jadi lalaki” (Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki), dalam lirik lagunya. 

Lirik lagu Om Zein yang misoginistis menyerang legitimasi misi kampanyenya sendiri.

Warga Purwakarta boleh pertanyakan kredibilitas Om Zein dalam membentuk SDM yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak ketika imajinasi artistiknya adalah merendahkan kaum perempuan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Negara ini tengah dilanda krisis empati, dan Om Zein tidak menjadi bagian dari solusi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari 8.600 Perusahaan Makanan-Minuman, Baru 26 Susun Peta Jalan Pengurangan Sampah lewat EPR
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Prediksi Line Up Australia vs Mesir: Salah-Marmoush Ancam Pertahanan Socceroos
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jokowi Safari Politik ke NTT, Jubir PDIP Harap Tak Hindari Pertanyaan Publik terkait Ijazah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Daya tarik wisata nasional bagi wisatawan Korsel hingga registrasi SIM
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Gandeng Organisasi Keagamaan, Bulog Suntik Modal Untuk Perluas Jaringan Pangan di Surabaya 
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.