Grid.ID - Terungkap kronologi remaja hilang di Sungai Bengawan Solo. Korban awalnya minta tolong teman diantar ke Sungai Bengawan Solo untuk bertemu pacar.
Seorang remaja laki-laki asal Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berinisial M (15) hilang di Sungai Bengawan Solo di kawasan Jembatan Jurug, pada Jumat (3/7/2026) dini hari. Saksi terakhir yang melihat M adalah temannya bernama Danis (16).
M diduga hanyut usai ditemukannya dompet, handphone, dan sepasang sandal milik korban di tepi sungai. Tim SAR Gabungan pun melakukan pencarian terhadap M di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi remaja hilang di Sungai Bengawan Solo diungkap oleh rekannya, Danis. Danis sendiri mengaku tidak sengaja bertemu dengan M saat hendak membeli nasi di kawasan terminal Ngringo, pada Jumat (3/7/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Saat melintas di wilayah Dukuh Winong, ia melihat M melambaikan tangan ke arahnya. M rupanya berniat meminta bantuan Danis untuk mengantarkannya ke Jembatan Jurug.
Dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, Danis pun mengantar M ke bawah Jembatan Jurug. Saat itu M mengaku akan bertemu dengan pacarnya.
Ia bahkan meminta Danis untuk menjemput pacar M di atas Jembatan Jurug, sementara dirinya menunggu di bawah. Danis pun pergi ke atas jembatan dan menunggu kedatangan pacar M.
"Awalnya mau beli nasi ke kawasan terminal, kemudian ketemu SM di daerah Winong, dia ngawe (melambaikan) tangannya dan minta tolong diantarkan ke jembatan Jurug, kemudian saya antar ke lokasi," kata Danis, dikutip dari Tribun Solo, Sabtu (4/7/2026).
"Minta tolong ngawe-ngawe tangan gitu dan bilang tolong anterin ke sini, untuk ketemu dengan pacarnya, setelah itu tidak ada obrolan lain," kata dia.
Namun setelah beberapa lama menunggu, pacar M tak kunjung datang. Danis kemudian turun kembali ke bawah jembatan untuk menemui M.
"Setelah itu saya disuruh sama dia ke atas nyegat (menghadang) pacarnya, setelah itu saya tunggu beberapa menit pacarnya gak kunjung datang," lanjutnya.
Saat tiba di lokasi awal, Danis tidak menemukan M, ia kemudian masuk lebih dalam ke sungai untuk mencari temannya tersebut. Rupanya M terlihat sedang bermain air di sungai.
Danis pun memanggil M yang kemudian mencopot sandalnya dan naik ke pinggir sungai. Danis mengatakan bahwa dirinya akan membeli nasi dan pulang ke rumah. Hal inilah yang menjadi komunikasi terakhirnya dengan M.
"Kemudian turun ke bawah dan orangnya nggak ada dan saya masuk lebih dalam, ternyata orangnya lagi keceh di sungai, setelah itu tak panggil, dia copot sendal trus ke atas, dan saya pamitan ke SM, saya mau pulang, dan beli nasi, setelah itu tidak ada komunikasi lagi," ungkapnya.
Setelah pertemuan itu, M rupanya tidak lagi pulang ke rumah.
Danis sendiri mengaku tak begitu dekat dengan M. Ia mengaku hanya sekadar kenal dengan M namun jarang main bareng.
"Saya sama SM tidak terlalu kenal, saya dulu pernah kenal tapi jarang main, cuma kemarin papasan dengan dia dan minta tolong antarkan ke sana," pungkasnya
Pencarian
Setelah kronologi remaja hilang di Sungai Bengawan Solo, operasi pencarian dimulai hari Jumat (3/7/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Ada sekitar 50 personel yang dikerahkan untuk pencarian korban.
Tim SAR menggunakan perahu karet, peralatan selam, dan peralatan pertolongan pertama saat terjun ke lokasi pencarian. Tim penyelam dan petugas kemudian menyisir palung sungai.
Diketahui kedalaman sungai berkisar antara 3 hingga 4 meter dengan arus yang cukup deras.
"Pencarian hari ini jarak 500-600 meter dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Solo, Kamal Riswandi, dikutip dari Kompas.com.
Selain menyelam, petugas juga melakukan susur sungai untuk mengoptimalkan proses pencarian.
"Ada dua Tim SRU (Search dan Rescue Unit) yang dikerahkan untuk penyelaman dan penyisiran hari ini," ujar Koordinator lapangan operasi pencarian, Yohan Tri Anggoro.
Diketahui bahwa hilangnya remaja asal Karanganyar di Sungai Bengawan Solo ini menggegerkan warga. M diduga hanyut terbawa arus sungai setelah barang-barangnya ditemukan tertinggal di pinggir sungai, antara lain dompet, handphone, dan sandal.
Remaja 15 tahun diketahui tinggal bersama nenek dan saudara-saudaranya di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sementara kedua orangtuanya pergi merantau ke Medan.
M sendiri dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang menceritakan permasalahannya kepada orang lain. Hingga kini, pencarian terhadap M masih dilakukan. (*)
Artikel Asli




