WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat Seiring Menguatnya El Nino

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) memperingatkan kondisi El Nino di Pasifik tropis diperkirakan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang sehingga meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, curah hujan lebat, dan berbagai cuaca ekstrem di banyak wilayah dunia.

El Nino Diperkirakan Menguat Hingga Akhir Tahun

WMO menyampaikan pembaruan Global Seasonal Climate Update menunjukkan El Nino diperkirakan berkembang menjadi fenomena kuat pada periode Juli-September 2026.

Prakiraan ensambel multimodel dari pusat-pusat prediksi iklim global menunjukkan pemanasan suhu laut yang konsisten di Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur dengan suhu permukaan laut musiman diperkirakan melampaui 2 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang pada sejumlah wilayah pemantauan.

WMO menyebut model prakiraan menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat tinggi sehingga meningkatkan keyakinan terhadap prospek tersebut.

Fenomena El Nino diperkirakan terus menguat selama musim gugur di Belahan Bumi Utara dengan dampak yang meluas ke berbagai kawasan dunia.

Wilayah cekungan Atlantik ekuatorial juga diperkirakan tetap memiliki suhu yang lebih hangat dibandingkan rata-rata.

Curah Hujan dan Suhu Diprediksi Berubah

WMO memperkirakan curah hujan di atas normal berpeluang terjadi di bagian tengah dan timur Pasifik ekuatorial selama Juli-September 2026.

Sebaliknya, curah hujan di bawah normal diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia tropis, anak benua India, serta sebagian besar Australia.

Dalam aspek suhu, sebagian besar wilayah daratan antara 60 derajat Lintang Selatan hingga 60 derajat Lintang Utara diprediksi mengalami suhu di atas rata-rata, termasuk hampir seluruh kawasan berpenduduk di luar wilayah kutub.

WMO menjelaskan El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.

Fenomena tersebut biasanya mulai berkembang antara Maret hingga Juni, mencapai puncak pada November hingga Februari, serta memberikan pengaruh paling kuat terhadap suhu global pada tahun setelah kemunculannya.

WMO menyatakan pihaknya tengah meningkatkan upaya untuk memobilisasi informasi dan layanan pendukung guna membantu berbagai negara mengantisipasi serta mengurangi dampak El Nino.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Minta Kepala Daerah Tak Lagi Bergantung APBD
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Asal Thailand yang Disamarkan dalam Koper dan Matras Lateks
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Tewas Ditembak KKB, Pilot Nicholas Goselin Tiga Tahun Gabung PT AMA
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Kronologi OTT Bupati Langkat, Syah Afandi Tahu Tim KPK Berada di Sumut
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kanwil Ditjenpas NTT pamerkan produk WBP di pasar murah Bhayangkara
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.