Viral Pemotor di Depok Terobos Trotoar Ngaku TNI, Ternyata Karyawan Marketing

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Seorang pria pengendara motor ditegur oleh pejalan kaki karena menerobos trotoar di Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat. Beredar video di media sosial yang memperlihatkan keduanya sempat cekcok.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, seorang pejalan kaki tengah melintas di jalur pedestrian dari arah Stasiun Depok. Tiba-tiba, sebuah sepeda motor melaju dari arah berlawanan dan naik ke atas trotoar. Motor tersebut kemudian berhenti tepat di depan pejalan kaki.

Melihat pelanggaran tersebut, pejalan kaki mencoba mengadang sekaligus menegur pengendara. Mereka pun mulai cekcok. Dalam cekcok tersebut, pengendara motor itu sempat melontarkan pernyataan yang mengindikasikan dirinya sebagai anggota TNI.

Menanggapi video tersebut, Komandan Kodim 0508/Kota Depok Kolonel TNI Ginanjar Wahyutomo memastikan pengendara itu bukan anggota TNI.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan dan meminta yang bersangkutan membuat klarifikasi.

"Iya, sudah kami cek di lapangan. Yang bersangkutan ternyata bukan anggota TNI. Pekerjaan sebagai karyawan swasta. Sudah kami minta yang bersangkutan klarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota TNI," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7).

Berdasarkan data Unit Intel Kodim 0508/Kota Depok, pelaku diketahui bernama Syaiful Anwar. Ia merupakan karyawan swasta yang berdomisili di Jalan Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Ginanjar juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga ketertiban bersama.

"Karena aturan dibuat untuk menjaga ketertiban bersama. Apabila dilanggar dapat memberikan ketidaknyamanan bagi masyarakat lain dan bisa membahayakan diri sendiri," ujarnya.

Pengendara Minta Maaf, Ngaku Pekerja Marketing

Sehari setelah video tersebut viral, pengendara motor itu mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam video itu, ia memperkenalkan diri sebagai Syaiful Ahmad yang bekerja sebagai marketing. Ia juga menegaskan dirinya bukan anggota TNI.

"Saya Syaiful Ahmad, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa," kata Syaiful.

Syaiful kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI karena telah membawa-bawa nama institusi tersebut. Ia mengaku menyesal telah mencemarkan hal baik institusi TNI.

Selain itu, ia juga meminta maaf kepada para pejalan kaki karena telah menggunakan trotoar secara tidak semestinya.

"Dan saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan dengan melawan arah menggunakan sepeda motor," ujar Syaiful.

"Demikian permohonan maaf saya, agar diterima di seluruh Indonesia ini dimaafkan sebesar-besarnya. Terima kasih," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neraca Dagang RI Defisit Lagi Setelah 6 Tahun, Ada Apa?
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jerman Tawarkan Peluang Kerja bagi Tenaga Terampil Indonesia
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Resmi! Persib Rekrut Ragnar Oratmangoen, Maung Bandung Kian Mirip Miniatur Timnas Indonesia Usai Boyong Diaspora Garuda
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Argentina vs Cabo Verde 3-2, Messi Bawa Argentina Lolos Masuk 16 Besar Piala Dunia
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Begini Tampang Pelaku Penyembelih Tapir Langka, 4 Orang Ditangkap dan 2 Masih Diburu!
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.