JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan akan menertibkan pengungsi asal Somalia dan Afghanistan dari trotoar di Jalan Setiabudi Selatan, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Hal itu disampaikan Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Jakarta Kreatif Festival 2026 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Pramono, penertiban dilakukan terhadap pengungsi yang menggunakan fasilitas milik Pemprov Jakarta secara tidak semestinya.
Baca juga: Indonesia Indah, tapi Kami Tak Ada Masa Depan di Sini Curhat Pengungsi Afghanistan di Jaksel
"Tetapi kalau kemudian mereka menggunakan fasilitas Pemerintah DKI Jakarta dengan tidak proper, saya tidak segan-segan untuk menertibkan itu. Kami akan segera tertibkan," ucap Pramono di kawasan, istora Senayan, Sabtu.
Sementara itu, Pramono menegaskan penanganan pengungsi bukan merupakan kewenangan Pemprov Jakarta, melainkan pemerintah pusat.
"Tetapi untuk kewenangan pengungsi itu adalah kewenangan pemerintah pusat," kata Pramono.
Baca juga: Hidup Berbulan-bulan di Trotoar, Pengungsi Somalia Andalkan Bantuan Warga untuk Bertahan
Sebelummya, pengungsi asal Somalia, Sudan, dan Afghanistan telah bertahan di trotoar belakang kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Jalan Setiabudi Selatan, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, selama beberapa bulan terakhir.
Sehari-hari, mereka beraktivitas di lokasi tersebut sejak pagi hingga malam sambil menunggu bantuan dari warga maupun UNHCR.
Salah seorang pengungsi, Jafaar (47), mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan buang air, mereka memanfaatkan fasilitas toilet di masjid-masjid sekitar.
Baca juga: Hidup di Trotoar, Pengungsi Somalia dan Afghanistan Mandi serta Buang Air di Masjid
“Untuk buang air dan mandi kami ke masjid,” kata Jafaar saat ditemui di lokasi, Jumat (3/7/2026).
Hal serupa disampaikan Ayub (19), pengungsi yang mengaku terpaksa meninggalkan rumah kontrakannya di Ciputat karena tidak lagi mampu membayar biaya sewa.
Kini, Ayub tinggal di trotoar bersama pengungsi lainnya.
Untuk membersihkan diri, mereka berjalan ke masjid yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Kami pergi ke masjid biasanya, di dekat sini ada,” kata Ayub saat ditemui terpisah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




