Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan tren positif. Berbagai survei independen mencatat mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian baik terhadap kinerja pemerintah, meski masa kepemimpinan belum genap dua tahun.
Namun, di tengah tingginya angka kepuasan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan hasil survei. Menurutnya, capaian itu harus dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk berpuas diri.
"Angka 70 persen itu merupakan angka yang cukup baik, walaupun tentu tidak kemudian berpuas diri. Tetap menjadi masukan bagi kita semua," katanya, dikutip dari Antara.
Pernyataan tersebut merujuk pada hasil survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 74,2 persen dari 1.220 responden. Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di angka 72,2 persen.
Baca Juga: Prabowo Trauma Duit Rakyat Dikorup, Purbaya Sebut Anggaran MBG Bakal Dipangkas Lagi
Meski hasilnya positif, Qodari menilai survei semacam ini harus dipahami sebagai instrumen untuk melihat bagaimana masyarakat menilai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.
Ia mengaku memahami pentingnya survei karena pernah berkecimpung langsung di dunia riset opini publik sebelum bergabung dalam pemerintahan.
"Saya sendiri dulu profesinya sebagai lembaga survei. Jadi, saya sangat memahami bahwa survei itu diperlukan untuk menjadi cerminan bagi kita semua, bagi pemerintah untuk bisa melihat tanggapan dan apresiasi apa yang masyarakat berikan untuk program-program pemerintah," ujarnya.
Menurut Qodari, pemerintah menghargai setiap hasil survei yang dilakukan lembaga independen. Baginya, data tersebut memberikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki berbagai program yang masih dianggap kurang optimal.
Baca Juga: Pemerintah Buka Suara soal Asisten Raffi hingga Relawan Prabowo Jadi Komisaris BUMN
Ia menambahkan, tingginya kepercayaan masyarakat juga menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
Qodari menilai dukungan publik akan memberikan energi bagi pemerintah untuk terus bekerja memperbaiki kondisi bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, meski hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah diminta tetap fokus melakukan pembenahan dan tidak terlena dengan angka-angka tersebut.





