Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jatim

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Banyuwangi, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7).

Gubernur Khofifah mengatakan, Pasar Murah tidak sekadar menjadi agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar. Lebih dari itu, program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

“Pasar Murah terus dihadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

“Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat terutama mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pasar murah terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak warga yang merasakan dampak positifnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat di setiap penyelenggaraan pasar murah menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, pasar murah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

“Pasar Murah selalu jadi magnet bagi masyarakat. Selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ini jadi salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus bentuk perlindungan sosial supaya seluruh lapisan masyarakat tetap punya akses terhadap bahan pokok,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini pun mengaku bersyukur pelaksanaan pasar murah di Banyuwangi mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Sementara dalam pelaksanaan Pasar Murah kali ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar sebesar Rp15.166 per kilogram. Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok yang disiapkan mencapai 10 ton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN Kaji Pengembangan Gula Kristal Rafinasi di PG Pesantren Baru Kediri, Perkuat Daya Saing Industri Gula
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
[FULL] Menanti Jokowi Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah | BOLA LIAR
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Diorbitkan STY ke Timnas Indonesia Senior, Rising Star Asal Karawang Ini Ingin Bawa Garuda Juara Piala AFF untuk Pertama Kalinya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Keberangkatan Dua Calon Pekerja Migran Ilegal asal NTB Digagalkan
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Srikandi Jaga Desa Resmi Dilantik, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.