JAKARTA, KOMPAS.com - Syaiful Anwar, pemotor yang viral karena mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur karena mengendarai sepeda motor di atas trotoar di Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, menyampaikan permintaan maaf kepada institusi TNI.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui sebuah video yang diterima Kompas.com, Sabtu (4/7/2026), dengan didampingi dua anggota TNI AD.
Baca juga: Saya Ini Tentara, Mbak Pria Ngaku TNI Saat Ditegur di Trotoar, Ternyata Karyawan Marketing
Dalam video tersebut, Syaiful mengakui bahwa dirinya bukan anggota TNI, melainkan seorang karyawan di bidang marketing.
Syaiful meminta maaf karena telah mencatut nama institusi TNI saat berdebat dengan seorang pejalan kaki yang menegurnya.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh anggota TNI di Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI," ujar Syaiful dikutip dari video yang dikirimkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas kepada Kompas.com.
Baca juga: Dari Saya Ini Tentara ke Saya Pekerja Marketing: Permintaan Maaf Pemotor Viral di Depok
Selain itu, ia turut meminta maaf kepada pejalan kaki karena telah menggunakan trotoar sebagai jalur sepeda motor dan melawan arus.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menilai tindakan Syaiful berpotensi merusak citra institusi TNI dan tidak patut ditiru.
Menurut dia, pelanggaran tersebut juga perlu diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami harapkan penegak hukum menegakkan aturan dan sanksi bagi pelanggar," kata Nas saat dihubungi Kompas.com.
Sebelumnya, Syaiful menjadi sorotan setelah videonya berdebat dengan seorang pejalan kaki bernama Cae viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di trotoar Jalan Kartini, Depok, pada Jumat (3/7/2026).
Saat ditegur karena melintas di atas trotoar, Syaiful sempat mengaku sebagai anggota TNI.
"Saya ini tentara, Mbak," ujar pria itu setelah turun dari sepeda motornya.
Belakangan, Syaiful mengakui bahwa dirinya bukan anggota TNI, melainkan karyawan marketing sekaligus warga biasa. (Penulis: Reporter Hanifah Salsabila)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang