Diversifikasi, PBSA Bidik Proyek Konstruksi Pengelolaan Limbah dan Pertambangan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membidik sejumlah proyek konstruksi di sektor pengelolaan limbah (waste management) dan pertambangan.

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membidik sejumlah proyek konstruksi di sektor pengelolaan limbah (waste management) dan pertambangan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membidik sejumlah proyek konstruksi di sektor pengelolaan limbah (waste management) dan pertambangan. Langkah ini sebagai bentuk dari strategi diversifikasi perseroan di luar sektor industri kelapa sawit dan industri kertas.

Direktur Utama PBSA, Vincentius Susanto mengatakan, sektor kelapa sawit dan industri kertas memang masih penyumbang utama portofolio proyek yang digarap perseroan. 

Baca Juga:
Gerak Saham Fluktuatif, PBSA Berencana Buyback Rp100 Miliar 

Namun, kata dia, perseroan tetap aktif untuk menjajaki peluang di sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan. Selain itu, sektor yang dipilih juga harus selaras dengan kompetensi inti PBSA.

Vincentius mengungkapkan, PBSA memiliki rekam jejak mengerjakan proyek waste management lewat kerja sama dengan EcoOils. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus mengembangkan portofolio proyek di luar sektor utama.

Baca Juga:
PBSA Bagikan Dividen Rp60 per Saham, Simak Jadwal Pencairannya

"Oleh karena itu, industri pengelolaan limbah masih menjadi salah satu target pasar yang potensial bagi perseroan," katanya dikutip Sabtu (4/7/2026).

Selain itu, kata Vincentius, PBSA juga tengah dalam proses tender untuk mengerjakan proyek di sektor pertambangan. Hal ini penting agar portofolio proyek perseroan semakin beragam.

"Langkah ini menunjukkan komitmen perseroan untuk memperluas cakupan bisnis secara selektif dan terukur dengan tetap berfokus pada bidang usaha yang sesuai dengan keahlian dan kapabilitas perseroan," tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini PBSA tengah mengerjakan sejumlah proyek. Di antaranya perluasan fasilitas produksi tisu PT OKI & Pulp Paper di Sumatera Selatan dengan nilai kontrak Rp450 miliar.

Selain itu, perseroan juga tengah menggarap ekspansi fasilitas produksi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk di Karawang, Jawa Barat dengan nilai kontrak Rp377 miliar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Ledakan Bom di Kafe Suriah Bertambah Jadi 10 Orang
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kantongi Izin OJK, BTSE Indonesia Siap Rebut Trader Kripto di Platform Asing
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Robi Darwis ungkap alasan pilih gabung Arema FC
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Nyaris Drop Out di Akhir Kuliah, 5 Mahasiswa Diselamatkan Beasiswa Cinta Laura
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pro Kontra Dakwaan Ijazah Jokowi di Sidang Perdana Dokter Tifa, Simak Tanggapan Berbagai Pihak
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.