Tim gabungan Kepolisian terus melakukan pengejaran intensif terhadap tahanan Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, yang melarikan diri dari sel. Hingga hari kedua pencarian, sebanyak lima dari 11 tahanan yang kabur dilaporkan telah berhasil diamankan kembali oleh petugas.
Dikutip dari program Primetime News Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026, lima tahanan ini sempat bersembunyi di kawasan hutan dan perbukitan wilayah Kolaka Utara selama dua hari. Namun, kondisi fisik yang mulai melemah akibat kehabisan bahan makanan serta posisi yang terus terdeteksi oleh petugas memaksa mereka untuk keluar dari persembunyian.
Beberapa tahanan akhirnya ditangkap saat turun ke pemukiman warga. Satu dari lima tahanan tersebut memilih untuk menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak berwajib setelah merasa terdesak dan terkepung oleh aparat gabungan. Meski sempat terjadi aksi kejar-mengejar di lapangan, petugas berhasil mengamankan para tahanan tanpa kendala besar.
Kapolres Kolaka Utara, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, mengonfirmasi perkembangan terbaru ini. Ia menjelaskan bahwa satu tahanan terakhir diamankan pada malam hari setelah pihak keluarga kooperatif dalam proses penyerahan diri.
Baca Juga :
4 Tahanan Kabur dari Sel Polres Empat Lawang, 3 Polisi Diperiksa
"Kami berhasil mengamankan lima tahanan, di mana tahanan terakhir yang berhasil kami amankan adalah tadi malam. Pihak keluarga beserta dengan tahanan menyerahkan diri," ujar AKBP Ritman dalam program Primetime News Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa operasi pencarian belum berakhir.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pencarian, tersisa masih ada enam orang. Bersama dengan tim, kami melakukan pencarian di lokasi yang sudah kami yakini bahwa para tahanan masih berada di dalam (hutan)," tambahnya.
Aksi pelarian ini sebelumnya menghebohkan publik setelah 11 tahanan diketahui berhasil keluar dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara dengan cara yang cukup nekat. Mereka diduga membobol jeruji ventilasi kamar sel menggunakan gergaji besi.
Setelah berhasil keluar dari sel, para tahanan memanjat tembok menggunakan selang air dan kemudian menggunakan sarung untuk menuruni dinding luar agar bisa melarikan diri dari lingkungan Mapolres. Saat ini, polisi terus melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis guna mempersempit ruang gerak enam tahanan yang masih buron.




