Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan guna mendorong peran strategis mahasiswa dalam menguatkan budaya keamanan pangan hingga pelosok desa.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Sabtu, mengatakan dalam inisiatif tersebut, pihaknya mengajak mahasiswa menjadi mitra edukasi sekaligus pendamping masyarakat dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) pangan dalam mewujudkan desa yang lebih sehat dan sejahtera.
Ia menjelaskan tantangan keamanan pangan di Indonesia masih cukup besar. Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari stunting hingga peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Di sisi lain, penyakit bawaan pangan juga menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan keamanan pangan bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.
Baca juga: Perpusnas: KKN Tematik Literasi gerakkan budaya baca komunitas lokal
BPOM tidak dapat bekerja sendiri menjaga keamanan pangan hingga seluruh pelosok Indonesia.
Oleh karena itu, katanya, penguatan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu strategi BPOM memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, KKN ruang pengabdian yang menjadikan ilmu pengetahuan bermanfaat ketika mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dalam program ini, mahasiswa setidaknya mengemban tiga peran utama, yakni sebagai kader keamanan pangan, di mana mahasiswa akan mengedukasi masyarakat mengenai keamanan pangan.
Sebagai fasilitator keamanan pangan, katanya, mahasiswa mendampingi UMKM pangan desa agar mampu menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan siap memperoleh izin edar.
Selain itu, katanya, mahasiswa akan membentuk dan memberdayakan kader keamanan pangan desa agar masyarakat mampu menjaga keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui peran tersebut, dia mengharapkan, mahasiswa tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang keamanan pangan, akan tetapi juga mendorong pengembangan UMKM pangan di desa.
Dia berpesan kepada mahasiswa untuk menjadikan KKN Tematik Keamanan Pangan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa IPB University bukan hanya pintar berteori, tetapi juga tangguh mencari dan melaksanakan solusi.
Dia juga mengingatkan mahasiswa tetap menikmati proses pengabdian kepada masyarakat melalui program tersebut.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana menegaskan KKN bukan sekadar program akademik untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS), namun kesempatan mereka mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Pelaksanaan KKN Inovasi IPB berlangsung selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 3.679 mahasiswa berasal dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten/kota meliputi 133 kecamatan dan 450 desa/kelurahan.
Khusus untuk KKN Tematik Keamanan Pangan kolaborasi BPOM dan IPB, akan dilaksanakan di 20 lokus di Kabupaten Bogor.
Baca juga: UIN Palu libatkan 300 mahasiswa KKN Tematik Pertanahan
Baca juga: Kemendagri dukung KKN Tematik USK, mahasiswa edukasi mitigasi bencana
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Sabtu, mengatakan dalam inisiatif tersebut, pihaknya mengajak mahasiswa menjadi mitra edukasi sekaligus pendamping masyarakat dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) pangan dalam mewujudkan desa yang lebih sehat dan sejahtera.
Ia menjelaskan tantangan keamanan pangan di Indonesia masih cukup besar. Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari stunting hingga peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Di sisi lain, penyakit bawaan pangan juga menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan keamanan pangan bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.
Baca juga: Perpusnas: KKN Tematik Literasi gerakkan budaya baca komunitas lokal
BPOM tidak dapat bekerja sendiri menjaga keamanan pangan hingga seluruh pelosok Indonesia.
Oleh karena itu, katanya, penguatan kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu strategi BPOM memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, KKN ruang pengabdian yang menjadikan ilmu pengetahuan bermanfaat ketika mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dalam program ini, mahasiswa setidaknya mengemban tiga peran utama, yakni sebagai kader keamanan pangan, di mana mahasiswa akan mengedukasi masyarakat mengenai keamanan pangan.
Sebagai fasilitator keamanan pangan, katanya, mahasiswa mendampingi UMKM pangan desa agar mampu menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan siap memperoleh izin edar.
Selain itu, katanya, mahasiswa akan membentuk dan memberdayakan kader keamanan pangan desa agar masyarakat mampu menjaga keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui peran tersebut, dia mengharapkan, mahasiswa tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang keamanan pangan, akan tetapi juga mendorong pengembangan UMKM pangan di desa.
Dia berpesan kepada mahasiswa untuk menjadikan KKN Tematik Keamanan Pangan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa IPB University bukan hanya pintar berteori, tetapi juga tangguh mencari dan melaksanakan solusi.
Dia juga mengingatkan mahasiswa tetap menikmati proses pengabdian kepada masyarakat melalui program tersebut.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana menegaskan KKN bukan sekadar program akademik untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS), namun kesempatan mereka mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Pelaksanaan KKN Inovasi IPB berlangsung selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 3.679 mahasiswa berasal dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten/kota meliputi 133 kecamatan dan 450 desa/kelurahan.
Khusus untuk KKN Tematik Keamanan Pangan kolaborasi BPOM dan IPB, akan dilaksanakan di 20 lokus di Kabupaten Bogor.
Baca juga: UIN Palu libatkan 300 mahasiswa KKN Tematik Pertanahan
Baca juga: Kemendagri dukung KKN Tematik USK, mahasiswa edukasi mitigasi bencana





