Angkot Jaklingko Tak Lagi Gratis? Penumpang Jakarta Siap Bayar Rp 2.000 dengan Syarat

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengaku tak keberatan Mikrotrans Jaklingko yang tadinya gratis menjadi berbayar Rp 2.000.

Angkot Jaklingko merupakan angkutan umum pengumpan atau feeder dari Transjakarta ke stasiun atau halte utama dan beroperasi di lingkungan permukiman.

"Enggak keberatan (Mikrotrans berbayar) asal sopir jangan ugal-ugalan," ucap salah satu warga Jakarta Barat, Reni (25), ketika berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Ongkos Mikrotrans Diusulkan Tak Lagi Gratis, Ini Alasannya

Ia juga berharap, ketika sudah berbayar para sopir Mikrotrans tak lagi melewatkan penumpang yang sudah menunggu di plang bus stop.

Sebab berdasarkan pengalamannya, banyak sopir Mikrotrans yang melewatkan penumpang, meski mobilnya sedang kosong.

Warga Jakarta Barat lain bernama Juju (45), juga mengaku tak keberatan apabila Mikrotrans jadi berbayar Rp 2.000.

Baca juga: Ketua DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Penumpang Diminta Bayar Rp 2.000

"Enggak masalah Rp 2.000 asal Transjakarta jangan naik lebih dari Rp 5.000," tutut dia.

Juju juga meminta agar para sopir Mikrotrans bisa lebih tertib, terutama ketika melintasi polisi tidur.

Sebab, banyak sopir Mikrotrans yang kerap tak mengerem ketika melintasi polisi tidur dan membuat para penumpang kaget.

Warga Jakarta Barat lain, Cipto (50), juga mengaku tak keberatan apabila Mikrotrans berbayar.

Baca juga: Sejumlah Rute Mikrotrans di Jakarta Dialihkan Pagi Ini, Cek Daftarnya

"Setuju karena kalau kita bayar ada harga dirinya, sopir Jaklingko sebagian ada yang over acting yang merasa meski mobilnya kosong dia tetap dapat gaji, itu kalau gratis kadang mobil kosong alesan penuh," tutur dia.

Sementara apabila jadi berbayar, sebagai penumpang Cipto mengaku merasa lebih berhak untuk menegur para sopir apabila tak tertib di jalan.

Namun ia meminta agar tarif Jaklingko hanya Rp 1.000. Apabila Rp 2.000 ia merasa terbebani.

Baca juga: Kurangi Kemacetan Jakarta, Pramono Bakal Tambah Armada Mikrotrans JakLingko

Diberitakan sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar layanan Mikrotrans tidak lagi digratiskan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai gantinya, penumpang diusulkan membayar tarif sebesar Rp 2.000 per perjalanan.

Ketua DTKJ periode 2026-2029, Sugihardjo, mengatakan usulan tersebut bukan semata-mata untuk menambah pendapatan transportasi umum, melainkan agar data jumlah penumpang Mikrotrans menjadi lebih akurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY Buka Voting Logo HUT ke-25 Partai Demokrat, Ada Hadiahnya
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Rp100 Juta Disembunyikan di Bawah Jok Mobil, KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Tim Suksesnya Tersangka Suap Proyek 2025-2026
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Bupati Langkat irit bicara seusai ditetapkan KPK jadi tersangka suap 
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Tabrakan Beruntun di Perlintasan KA Kebon Pedes, Bogor: Mobil Tabrak 5 Kendaraan
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Bank Mandiri Taspen Siapkan Ekosistem Lansia, Ajak Masyarakat Rencanakan Pensiun di Usia 40 Tahun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.