Perubahan gaya hidup sehat berperan dalam menekan gen diabetes

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa penerapan lifestyle modification atau perubahan gaya hidup sehat penting dalam menekan gen diabetes.

“Lifestyle modification selalu menyertai tata laksana semua obat diabetes pada stadium apapun. Karena lifestyle modification ini akan memberikan edukasi pada orang-orang yang belum kena diabetes,” ujar Prof Dante, dalam temu media acara Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, pada Sabtu.

Prof Dante menyoroti bahwa kasus diabetes terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini lantaran jaring genetik diabetes (spider web of genetic of diabetes) makin lama semakin rapat.

Baca juga: IDAI ingatkan tren "new lifestyle diseases" pada anak meningkat

Dalam hal ini, ia mencontohkan jika ibu ataupun ayah mengidap diabetes, maka anaknya punya faktor risiko enam kali lipat terkena penyakit tersebut. Namun, apabila kedua orang tua mengalami diabetes, maka anaknya punya risiko lebih besar terkena penyakit tersebut.

“Jadi kurvanya enggak linier, tapi eksponensial, semakin tinggi faktor carrier yang dibawa oleh orang tua kita sebagai gen diabetes, maka dia akan semakin tinggi menurunkan kepada anaknya,” tutur dia.

Meski menyandang gen diabetes, Dante mencontohkan ada juga yang baru terkena penyakit tersebut di umur 70-80 tahun itu lantaran menerapkan gaya hidupnya bagus hingga gula darah terkendali.

Baca juga: Penyakit hipertensi dan diabetes dominasi peserta JKN di Madiun

Lebih lanjut, Dante mendorong pentingnya sosialisasi perubahan gaya hidup sehat terutama pada individu yang tidak bergejala inilah orang-orang yang harus disosialisasi lifestyle modification.

Menurut dia, jika melakukan penerapan modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan berlari, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal, maka apapun yang dilakukan dan mungkin punya faktor risiko itu akan semakin lama semakin turun.

“Karena itu lifestyle modifikasi itu menjadi sangat perlu, mesti diadakan di semua lini, semua umur, semua kelompok. Makin lama gen diabetes itu semakin rapat, semakin lama orang semakin gampang kena diabetes terutama dia yang obesitas,” kata dia.

Baca juga: Studi baru sebut Diabetes Tipe 2 disebabkan oleh "Maladaptasi"

Lebih lanjut, Dante menambahkan bahwa sebelum seseorang terkena diagnosis diabetes, komplikasinya itu sudah ada sejalan dengan berjalannya komplikasi faktor risiko yang lainnya seperti kolesterol tinggi dan obesitas.

“Karena itu obesitas menjadi satu faktor yang penting atau kita akan mengubah diagnosis diabetes, kita akan mengobati obesitas atau kita akan mengubah diagnosis diabetes dari sekarang, tergantung pilihannya,” ujar dia.

Baca juga: Prolanis jadi upaya tekan diabetes dan hipertensi di usia produktif

Baca juga: Dokter paparkan alasan perlunya terapi insulin bagi pasien diabetes


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Kini Setara dengan Jepang dan AS
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Jerman Tawarkan Peluang Kerja bagi Tenaga Terampil Indonesia
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BMKG: 48,9 Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Juli-September 2026
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
PLN Pastikan Pasokan Listrik Andal Meski Tarif Listrik Tidak Naik
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PDIP Soal Safari Politik ke NTT, Singgung Transparansi Ijazah
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.