Kalsel Percepat Pembangunan Jembatan Pulau Laut dan Pelabuhan Mekar Putih

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tancap gas mempercepat pembangunan dua infrastruktur strategis, yakni Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dan Pelabuhan Mekar Putih bertaraf internasional di Kabupaten Kotabaru.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan Suprapti Tri Astuti menyatakan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi angin segar sekaligus momentum bagi Kalimantan Selatan untuk unjuk gigi sebagai pusat logistik dan distribusi barang yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan hingga pasar internasional.

"Pembangunan jembatan ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara daratan utama Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kotabaru, sekaligus mendukung proses bisnis kawasan industri dan memperkuat sistem logistik daerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Dia menjelaskan, Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dirancang sebagai infrastruktur vital yang akan menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat pertumbuhan ekonomi secara lebih efektif.

Sejauh ini, mobilitas masyarakat dan distribusi barang masih bergantung sepenuhnya pada kapal feri yang kerap terkendala jadwal penyeberangan dan cuaca.

"Dengan adanya jembatan, distribusi barang akan lebih lancar karena tidak lagi bergantung pada jadwal penyeberangan maupun kondisi cuaca. Infrastruktur ini akan memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam jangka panjang," jelas Astuti.

Baca Juga

  • Pelabuhan Mekar Putih di Kalsel Dapat Lampu Hijau Masuk Pelabuhan Nasional
  • PTPP Kantongi Proyek Jembatan Pulau Laut Kalsel Rp1,02 Triliun

Lebih jauh, pemerintah provinsi juga tengah menggenjot pembangunan Pelabuhan Mekar Putih.

Dia menyoroti sejumlah pelabuhan di Kalimantan yang selama ini masih terkendala keterbatasan kapasitas dan kedalaman alur pelayaran sehingga aktivitas ekspor dan impor belum berjalan optimal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pelabuhan Mekar Putih dirancang dengan kedalaman sekitar 16 hingga 20 meter, cukup untuk melayani kapal-kapal berukuran besar sekaligus menjadikannya pintu utama perdagangan internasional dari Kalimantan Selatan.

"Pelabuhan Mekar Putih akan menjadi infrastruktur utama yang menopang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mekar Putih sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan," katanya.

Dari sisi ekonomi, Astuti optimistis proyek ini akan membawa efek domino yang signifikan.

Pembangunan kawasan pelabuhan dan industri diperkirakan mampu menyerap sekitar 35.000 tenaga kerja langsung dan lebih dari 121.000 tenaga kerja tidak langsung saat kawasan beroperasi penuh. Lapangan kerja tersebut tersebar di sektor konstruksi, operasional pelabuhan, industri pengolahan, logistik, pergudangan, transportasi, jasa pendukung industri, hingga UMKM di sekitar kawasan.

Dia juga optimistis proyek tersebut dapat mendongkrak daya saing daerah sekaligus memperkuat konektivitas logistik, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usia 40 Belum Terlambat Persiapkan Dana Pensiun, Begini Triknya
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ade Darmawan Soal Langkah Roy Suryo, Praperadilan Kedua di Kasus Ijazah Jokowi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Shin Tae-yong Akhirnya Bongkar Alasan Mau Latih Persija Jakarta, Ternyata karena Hal Ini
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Mikrotrans Tak Lagi Gratis? Penumpang Jakarta Siap Bayar Rp 2.000 dengan Syarat
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Masha and the Bear Diprotes di Inggris, Studio Bantah Jadi Alat Propaganda
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.