Saham LUCY Keluar dari Status HSC usai Pengendali Divestasi

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

BEI mengeluarkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari status saham konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

BEI mengeluarkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari status saham konsentrasi kepemilikan yang tinggi (HSC). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari status saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Hal ini mencerminkan bahwa struktur kepemilikan saham LUCY kini lebih tersebar.

Direktur BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait dengan metodologi penentuan konsentrasi kepemilikan saham, baik warkat maupun tanpa warkat. Keputusan tersebut berlaku 29 Juni 2026.

Baca Juga:
Alasan OJK Tak Sanksi Emiten dengan Saham Kategori Konsentrasi Kepemilikan Tinggi HSC

"Dengan ini diumumkan bahwa perseroan tidak lagi berada dalam kondisi HSC," katanya dalam pengumuman dikutip Sabtu (4/7/2026).

BEI sebelumnya menetapkan status HSC pada saham LUCY. Hal itu didasarkan pada kajian atas saham LUCY pada 31 Maret 2026 di mana saham tersebut memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan oleh pemegang saham tertentu mencapai 95,47 persen.

Baca Juga:
BEI Belum Terima Rencana Aksi Korporasi Emiten Berstatus HSC, Buka Ruang Diskusi

Bursa menegaskan bahwa status HSC atas suatu saham tidak serta merta adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. Namun, hal ini menjadi peringatan kepada pelaku pasar untuk berhati-hati dengan saham HSC.

Berdasarkan laporan 19 Juni 2026, pemegang saham pengendali LUCY, PT Delta Wibawa Bersama melakukan divestasi saham LUCY secara masif dari 59,42 persen menjadi 34,42 persen.

Sekretaris Perusahaan LUCY, Ryad mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan invesasi dan kebutuhan likuiditas, sekaligus untuk meningkatkan porsi saham publik (free float). Dengan begitu, perdagangan saham LUCY diharapkan menjad lebih likuid.

"Meskipun terdapat penjualan, pemegang saham pengendali tetap berkomitmen terhadap pengembangan jangka panjang perseroan dan masih mempertahankan pengendalian," katanya.

Perseroan melaporkan akibat transaksi itu, PT Delta Wibawa Bersama memiliki 521 juta saham LUCY (34,42 persen) diikuti oleh Dimas Wibowo sebanyak 383 juta (25,32 persen). Porsi masyarakat meningkat dari 14,68 persen menjadi 39,68 persen.

Hingga saat ini, belum terdapat data terbaru terkait kepemilikan saham LUCY di bawah 5 persen. Selain itu, data free float untuk Juni 2026 juga belum diumumkan perseroan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Japanese Bike Fest Vol. 3 Makin Meriah, Repsol Ajak Penggemar Rayakan Pesona Motor Jepang Era 1980–1990-an
• 19 jam laludisway.id
thumb
Liburan Hemat saat High Season? Coba 6 Tips Ini agar Budget Tetap Aman
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Kenduri Seni Melayu Batam libatkan empat negara angkat wisata budaya
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Ungkap Asal Uang dalam Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Ekonom Tegaskan Pidato Presiden Bukan Faktor Tunggal Penurunan IHSG, Begini Penjelasannya
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.