Tarif Transjabodetabek Bogor-Blok M Jadi Rp 10.000? Penumpang Punya Syarat

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Sebagian warga Bogor, Jawa Barat, tidak mempermasalahkan wacana kenaikan tarif Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M menjadi Rp 10.000. Namun, mereka berharap jumlah armada bus ditambah.

Salah satu pengguna, Widya (25), menilai kenaikan tarif masih wajar mengingat jarak tempuh rute Bogor-Blok M yang cukup jauh.

"Jadi kalau aku fine-fine aja sih kalau untuk harga segitu. Karena kan mengingat juga lumayan jauh ya jaraknya, dan kita juga kan dari luar provinsi penyedia, jadi menurut aku ya wajar aja sih kalau harganya dinaikin," kata Widya kepada Kompas.com di Cidangiang, Sabtu (4/7/2026).

Widya mengatakan, dirinya tidak perlu mengurangi anggaran makan maupun berwisata apabila tarif benar-benar naik.

Sebab, ia memang telah menyisihkan dana sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 setiap bulan untuk menggunakan transportasi umum.

"Cukup kok kalau naik Transjakarta sama kayak KRL tuh cukup banget," tambah dia.

Meski demikian, Widya berharap kenaikan tarif dibarengi dengan penambahan armada Transjabodetabek P11 Bogor-Blok M yang saat ini dinilai masih terbatas.

"Jadi kadang tuh kalau misalnya kita lagi yang capek banget, itu kan kayak harus berdiri gitu, jadi masih kurang aja sih unitnya," jelas Widya.

Baca juga: Tarif Transjakarta Diusulkan Jadi Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Senada, pengguna lainnya, Ardi (18), mengatakan, jarak tempuh yang cukup jauh tersebut menjadi salah satu alasan bagi Ardi mewajarkan adanya wacana kenaikan tarif Transjabodetabek.

"Kalau untuk rute Blok M-Bogor ya, saya sih enggak masalah ya (harga naik), karena menurut saya itu Blok M-Bogor tuh jaraknya lumayan jauh ya. Jadi menurut saya sih masih worth it untuk dipakai sih," kata Ardi saat ditemui Kompas.com di Cidangiang.

Baca juga: Angkot Jaklingko Tak Lagi Gratis? Penumpang Jakarta Siap Bayar Rp 2.000 dengan Syarat

Namun, dengan adanya wacana kenaikan tarif, Ardi harus mengatur kembali keuangannya.

Selama ini, ia mengisi saldo uang elektronik sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 setiap bulan untuk menggunakan Transjabodetabek.

Jika tarif naik, ia memperkirakan harus menambah saldo menjadi Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per bulan.

Ardi mengatakan, ia akan mengurangi pengeluaran untuk makan dan berwisata agar anggaran transportasi tetap terpenuhi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi hemat dulu aja. Jadi makan warteg kah atau Padang Rp 10 ribuan sih. Biasa (makan) di mall aja sih," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lautan Manusia Berduka di Pemakanan Khamenei, Serukan Balas Dendam
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate Hingga 5 Juli 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Bupati Langkat Syah Afandin Ditahan KPK
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ukraina dan Polandia Bahas Rekonsiliasi, Perkuat Kerja Sama Hadapi Rusia
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Intip Prediksi IHSG Besok, Cermati Saham AVIA, JPFA hingga PSAB
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.