Kupang: Kepedulian terhadap kesehatan mental kini menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kepolisian yang lebih humanis. Melalui terapi Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya memperkuat kesehatan mental anggotanya, tetapi juga membuka akses terapi bagi masyarakat luas.
Program yang telah menjangkau ribuan peserta itu mengantarkan Polda NTT meraih dua Rekor MURI sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di bidang kesehatan mental.
Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap tingginya tekanan psikologis yang dihadapi anggota Polri dalam menjalankan tugas, sekaligus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendampingan kesehatan mental. Polda NTT meyakini anggota yang sehat secara mental akan mampu memberikan pelayanan yang lebih empati, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
Baca Juga :
Kapolri Lantik 6 Kapolda hingga Kakorlantas"MURI menetapkan dua rekor kepada Polda NTT bukan semata karena jumlah pesertanya, tetapi karena keberaniannya menjadi pelopor terapi kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat. Ini adalah inovasi yang manfaatnya benar-benar dirasakan," kata Yusuf dalam keterangan pers, Sabtu, 4 Juli 2026.
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih dua Rekor MURI sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di bidang kesehatan mental. Dokumentasi/ istimewa.
Metode USEFT dikembangkan bersama tim riset SBMS Institute dengan pendekatan Psikologi Energi yang menyelaraskan aspek Body (tubuh), Mind (pikiran), dan Soul (jiwa dan spiritual). Pendekatan tersebut dirancang membantu seseorang mengelola tekanan emosional sehingga lebih siap menghadapi tantangan, baik dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menegaskan penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap inovasi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bagi kami, Rekor MURI bukan soal pencapaian, tetapi tentang kebermanfaatan. Jika anggota Polri sehat secara mental, mereka akan hadir melayani dengan hati, penuh empati, dan mampu memberi rasa aman yang lebih nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya capaian tersebut diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan Polri. Semakin banyak anggota yang mampu menjadi pendengar, penolong, dan penguat bagi sesama, semakin kokoh pula fondasi pelayanan kepolisian yang humanis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menilai terapi USEFT menjadi bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi pelayanan, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
"Pelayanan yang profesional selalu berawal dari manusia yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Program ini menjadi investasi jangka panjang bagi institusi sekaligus bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat,” jelas Henry.
Penghargaan dua Rekor MURI diserahkan langsung kepada Kapolda NTT dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda NTT. Acara tersebut turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Faizal, Ketua Bhayangkari Daerah NTT beserta jajaran pengurus, para pejabat utama Polda NTT, Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT Coach Agus E.H. beserta istri, para terapis, serta tamu undangan lainnya.
Lebih dari sekadar mencatatkan rekor, program ini menjadi gambaran bahwa membangun keamanan juga dapat dimulai dari kepedulian terhadap kesehatan mental. Ketika anggota Polri dan masyarakat memiliki ruang untuk pulih dan mengelola tekanan psikologis, pelayanan yang lebih humanis sekaligus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian diharapkan terus menguat.




