JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menyebut prioritas utama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) adalah menghadiri sidang dugaan fitnah dan pencemaran nama baik sebagai saksi pelapor.
Andi Azwan menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Sabtu (4/7/2026), merespons pernyataan Mikhael Sinaga selaku pendukung Roy Suryo, yang meragukan kehadiran Jokowi di sidang dan menduga akan memberi sejumlah alasan.
Dalam dialog itu, Mikhael berpendapat tidak sulit bagi Jokowi untuk tidak menghadiri sidang, dengan sejumlah alasan.
Baca Juga: Mikhael Sinaga soal Praperadilan Roy Suryo: Dulu Tidak Yakin Kasus Sekacau Ini ke Persidangan
“Kata siapa dia mau ke Lampung? Ke Lampung ini baru, baru program yang baru dilaksanakan silaturahmi kebangsaan,” kata Andi Azwan.
“Beliau ini adalah first priority adalah sidang, untuk beliau ini untuk menunjukkan ijazah beliau, first priority,” ucapnya.
Sementara, sejumlah kegiatan Jokowi lainnya, seperti silaturahmi kebangsaan ke beberapa daerah, termasuk Lampung, akan dilakukan menyesuaikan dengan jadwal sidang.
“Sedangkan yang namanya silaturahmi kebangsaan itu pasti akan meng-adjust waktunya mengikuti sidang ini, ketika beliau dipanggil oleh PN Jakarta Timur sebagai saksi pelapor pada saat itu,” kata Azwan.
Sebelumnya, dalam dialog yang sama, Mikhael meyakini Jokowi tidak akan hadir dalam sidang kasus tersebut.
Salah satu alasannya adalah, Jokowi tidak hadir ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mengautentifikasi ijazahnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- mikhael sinaga
- andi azwan
- ijazah jokowi
- jokowi
- roy suryo





