Pemkab Bandung Barat Stop Pemasangan Lereng Gunung Pasarean karena Tak Berizin

republika.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemkab Bandung Barat menghentikan aktivitas pemapasan lereng Gunung Pasarean di Kampung Cilutung, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas. Petugas sudah memasang Satpol PP line karena aktivitas tersebut belum mengantonngi izin.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Bandung Barat, Angga Saputra mengatakan, penghentian dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan proyek tersebut belum mengantongi perizinan yang dipersyaratkan. "Hasil pemeriksaan memang kegiatan ini belum memiliki izin. Karena itu kami menghentikan aktivitasnya dan memasang garis Satpol PP sebagai tanda penyegelan. Intinya, tidak boleh ada kegiatan apa pun sampai seluruh perizinan dipenuhi, termasuk dokumen mitigasi lingkungan," kata Angga saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Angga, langkah penghentian dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus upaya mencegah potensi risiko terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi. Pemilik proyek, kata dia, bersikap kooperatif saat dilakukan pemeriksaan dan menerima keputusan penghentian sementara tersebut.

"Alhamdulillah pemiliknya kooperatif, tidak keberatan dengan keputusan yang diambil. Mereka memahami bahwa seluruh proses perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kegiatan dapat dilanjutkan," ucap Angga.

Berdasarkan keterangan pemilik, pemapasan lereng Gunung Pasarean dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian. Selain itu, lahan tersebut juga direncanakan akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti pembangunan akses jalan dan beberapa bangunan pendukung. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Pria Ngaku TNI saat Ditegur Naik Motor di Trotoar Depok, Ternyata Warga Biasa, Karyawan Marketing
• 1 jam laludisway.id
thumb
Gelombang Panas Ancam HUT ke-250 Amerika
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pelatih Kanada sebut Maroko jadi ujian terbesar
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Ditjenpas Sebut Pengadaan Gembok Lapas Berbasis Kebutuhan Khusus
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
10 Hari Pascagempa, Venezuela Catat 2.954 Korban Tewas dan 50 Ribu Orang Masih Hilang
• 4 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.