Ditjenpas Sebut Pengadaan Gembok Lapas Berbasis Kebutuhan Khusus

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyampaikan bahwa gembok yang digunakan di lembaga pemasyarakatan bukan kunci komersial biasa.

Adapun gembok itu perangkat pengamanan dengan spesifikasi khusus yang dirancang untuk memenuhi standar keamanan tinggi di lingkungan lapas dan rutan.

BACA JUGA: Lapas Tangerang Kerap Bermasalah, Begini Sikap Menteri Yasonna & Dirjen PAS Seharusnya

Hal tersebut disampaikan Ditjen PAS menanggapi Panja Lapas Komisi XIII DPR yang menilai harga satuan gembok yang tidak wajar yaitu mendekati Rp 1 juta per unit.

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianti menjelaskan pengadaan gembok dilakukan berdasarkan standar teknis yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-499.PK.02.03.01 Tahun 2015 tentang Standar Evaluasi Hunian Lapas/Rutan.

BACA JUGA: Bharada E Dititipkan di Rutan Bareskrim, Ditjen PAS: Berstatus Warga Binaan Lapas Salemba

Laporan itu diterima Rika dari tim Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (UKPBJ) Ditjenpas.

“Setiap gembok wajib memenuhi persyaratan ketat, mulai dari bahan logam berkekuatan tinggi, tahan karat, tidak mudah dirusak, hingga memiliki sistem anak kunci yang tidak mudah diduplikasi,” jelas Rika, Sabtu (4/7).

Sebelum ditetapkan, lanjut dia, produk juga harus melalui penilaian spesifikasi dan uji kekuatan untuk memastikan layak digunakan pada fasilitas pemasyarakatan yang memiliki tingkat risiko keamanan tinggi.

“Yang diadakan bukan gembok untuk penggunaan umum. Spesifikasinya dirancang khusus untuk mendukung sistem pengamanan di lapas dan rutan sehingga harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan,” ujar Rika.

Dia juga menegaskan, seluruh proses pengadaan Tahun Anggaran 2024 dan 2025 dilaksanakan melalui mekanisme e-purchasing pada katalog elektronik LKPP sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, serta Peraturan LKPP yang berlaku.

“Metode tersebut dipilih karena lebih transparan, terdokumentasi secara elektronik, dan memungkinkan pemilihan produk berdasarkan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas,” ujarnya.

Rika menambahkan sebelum pengadaan dilakukan, Ditjen PAS terlebih dahulu menghitung kebutuhan riil berdasarkan titik pengamanan.

“Kondisi gembok yang sudah ada, kebutuhan penggantian, serta tingkat urgensi pengamanan pada kamar hunian, blok, gudang, dan area strategis lainnya.

Setelah barang diterima, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jumlah, spesifikasi, kondisi fisik, fungsi penguncian, hingga kelengkapan anak kunci sebelum proses serah terima dan pembayaran.

Dengan demikian, Ditjen PAS memastikan pengadaan gembok dilaksanakan berdasarkan kebutuhan operasional, memenuhi standar keamanan pemasyarakatan, serta melalui mekanisme pengadaan pemerintah yang transparan, efisien, dan akuntabel.

“Perlu kami tegaskan bahwa gembok yang digunakan di lapas dan rutan bukanlah gembok untuk penggunaan umum. Gembok tersebut memiliki spesifikasi pengamanan khusus yang telah ditetapkan dalam standar teknis pemasyarakatan dan harus melalui proses evaluasi serta uji kelayakan sebelum dipilih,” Pungkasnya.

Sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Komisi XIII DPR menyoroti pengadaan gembok di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang nilainya mencapai sekitar Rp 92,5 miliar dalam kurun dua tahun. 

Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta agar pengadaan tersebut diaudit karena harga satuan gembok dinilai tidak wajar, bahkan mendekati Rp 1 juta per unit.

 “Sehubungan dengan pemberitaan mengenai pengadaan gembok di lingkungan Ditjen Pemasyarakatan, kami Komisi XIII DPR RI menegaskan komitmen terhadap pengawasan yang transparan dan akuntabel,” ujar Pangeran dalam keterangan resminya, Jumat (3/7).(era/jpnn


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neraca Dagang Defisit, Ekonom Ingatkan Masih Ada Risiko Ekspor
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jambret Asal Malang Spesialis Pedagang Pasar Ditangkap di Tulungagung, Beraksi di Belasan Lokasi
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Sertijab Kakorlantas Polri: Irjen Wibowo Gantikan Irjen Agus Suryonugroho
• 2 jam laludetik.com
thumb
Peradi Bersatu Angkat Bicara Soal Tudingan ‘Penyusup di Sidang Praperadilan Roy Suryo
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Lansia di Mentawai yang Hilang 3 Hari di Dalam Hutan Berhasil Ditemukan Tim SAR | BERUT
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.