Jakarta: Kenaikan dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor fundamental. Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara, mengatakan faktor tersebut yakti seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham.
"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melangai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya dalam keterangan pers dikutip, Sabtu, 4 Juli 2026.
Surya menilai ada anomali pada IHSG, dimana kinerja perusahaan yang melantai di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif tetapi IHSG justru turun. Terlebih kata dia, tiba-tiba muncul narasi masif yang mengaitkan pidato Prabowo dengan IHSG. Ia menduga ada faktor lain yang sedang bekerja.
Baca Juga :
Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp10.287 Triliun, IHSG ke Level 5.875Ilustrasi. Foto: Dok MI
Surya melihat investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa saham ini telah merusak mekanisme pasar yang sehat. Di saat bersamaan, juga merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik, bahkan turut merugikan perusahaan yang melantai di bursa.
"Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak," ungkap Surya.
Surya meminta masyarakat lebih berhati-hati agar tidak terseret pada arus tindakan irrasional para investor tersebut. Ia juga meminta pemerintah untuk bertindak tegas pada ulah investor nakal itu.
"Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irrasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas," ujarnya.




