Daya Beli Melemah, Citanusa Group Andalkan PPN DTP untuk Dongkrak Penjualan Rumah

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Citanusa Group masih mengandalkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diperpanjang hingga akhir 2026 di tengah kondisi pelemahan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Direktur Citanusa Group Anton Suwandi menilai insentif PPN DTP 100% masih menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan rumah pada tahun ini.

"Program ini masih mampu membantu masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama, untuk memiliki hunian dengan biaya yang lebih terjangkau," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia Triwulan I/2026, penjualan rumah tipe menengah tercatat mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian pada segmen middle market masih tetap kuat.

Sejalan dengan hal tersebut, Citanusa Group juga mengembangkan kawasan residensial Karawang Green Village 3 (KGV3) yang mayoritas menyasar segmen keluarga muda dan masyarakat kelas menengah yang mencari hunian dengan harga terjangkau, namun tetap didukung fasilitas dan aksesibilitas yang memadai.

Tren positif pada segmen rumah menengah juga tercermin pada kinerja penjualan KGV3 yang menunjukkan peningkatan sepanjang 2026.

Baca Juga

  • Driver Gojek Kini Bisa Dapat KPR Rumah Subsidi DP 0%
  • Pemerintah Salurkan Rumah Subsidi Senilai Rp11,37 Triliun di Semester I/2026
  • Pengembang Properti Sebut Tenor KPR 40 Tahun Belum Mendesak, Minta Harga Rumah Subsidi Naik

Perseroan mencatat closing rate terhadap jumlah kunjungan konsumen meningkat dari 20% pada kuartal I/2026 menjadi hampir 30% pada kuartal II/2026.

Menurut Anton, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang properti sebagai instrumen investasi sekaligus kebutuhan hunian yang memiliki prospek baik.

Karena itu, perseroan menawarkan empat tipe hunian yang menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari keluarga muda hingga keluarga yang membutuhkan ruang lebih besar.

Hunian tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp600 juta.

Selain didukung harga jual yang menyasar segmen menengah, dia menilai prospek kawasan ke depan juga akan ditopang oleh pertumbuhan kawasan industri serta pembangunan infrastruktur strategis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Tantang Maroko di Babak Perempat Final
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketika Menjelang 1 Juli, Sejumlah Wilayah di Tiongkok Mendadak Dilanda Hujan Es Raksasa, Kerugian Sangat Besar
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Akhirnya Bertemu Kedua Putrinya, Ruben Onsu Justru Akui Ada Perbedaan Sikap
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
China Siapkan Aturan Baru E-Commerce, Platform Digital Bakal Diperketat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Rakernas Evaluasi Haji 2026 Digelar dengan Nuansa Militer
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.