Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Sabtu 4 Juli 2026.
Dalam tinjauannya, Wamen LH menyebutkan bahwa sebanyak 30 personel ahli kebakaran lahan gambut kini dikerahkan guna mempercepat proses pemadaman bara api yang berada di bawah permukaan sampah.
"Kementerian Kehutanan mengirimkan 30 personel dari Jawa Barat dan Sulawesi. Mereka ini ahli dalam memadamkan gambut, jadi yang serupa dengan TPA ini," ujar Diaz dikutip dari Top News, Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Diaz menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran di TPA ini sangat mirip dengan kebakaran di lahan gambut. Oleh karena itu, penyemprotan air dari permukaan saja dinilai tidak akan efektif.
Baca Juga :
Jarak Aman Kebakaran TPA Jatiwaringin 1,7 KmBara api diketahui tertanam di bawah timbunan sampah yang mengandung gas metana, sehingga memiliki potensi ledakan jika tidak ditangani dengan metode yang tepat.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim Manggala Agni menerapkan teknik injeksi air langsung ke bagian dalam gunungan sampah. Tim ini memiliki keahlian khusus untuk mempercepat proses pemadaman bara api bawah tanah yang sulit dijangkau.
"Tetapi itu pun juga tadi ada kendala teknis. Kendala teknisnya airnya harus air bersih, tidak bisa air yang tercampur dengan lumpur karena pipanya dia banyak pori-pori yang masuk ke bawah, ya," ujar Diaz.




