Adaptasi Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Pelajar SMA Ikuti Program Pembelajaran DY//DX 2.0

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, tvOnenews.com - Puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program pembelajaran DY/DX 2.0.

Program yang diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU), Tangerang memberikan pembelajaran intensif kepada para peserta sekaligus dunia riset ilmiah, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta praktik keberlanjutan (sustainability).

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif melalui kombinasi sesi presentasi, workshop interaktif, praktik laboratorium, hingga kegiatan lapangan.

Dekan Faculty of Life Sciences and Technology (FLST) SGU, Hery Sutanto menjelaskan bahwa program pembelajaran itu dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda. 

Menurutnya peserta diajak memahami bagaimana proses penelitian dilakukan sejak tahap awal hingga menghasilkan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Melalui DY/DX 2.0, kami ingin memperkenalkan kepada para siswa bahwa riset bukan sekadar teori di dalam buku, tetapi sebuah proses untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan nyata. Oleh karena itu, kami menggabungkan pembelajaran mengenai metodologi penelitian, pemanfaatan Artificial Intelligence, hingga isu sustainability agar peserta memperoleh gambaran yang utuh mengenai bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat," kata Heru kepada awak media, Sabtu (4/7/2026).

Hery menjelaskan lewat program ini pihaknya berupaya mendorong para peserta untuk berpikir kritis, memecahkan permasalahan secara sistematis, serta memahami keterkaitan antara inovasi teknologi dengan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini.

Sementara, Rektor SGU, Samuel P. Kusumocahyo mengatakan kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya.

Sebab, pihaknya berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Di Swiss German University, kami percaya bahwa pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung. Melalui DY/DX 2.0, para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengalami sendiri bagaimana proses penelitian dilakukan, bagaimana Artificial Intelligence dimanfaatkan untuk mendukung sains, serta bagaimana inovasi harus selalu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keberlanjutan," kata Samuel.

"Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang kritis, inovatif, dan siap memberikan solusi bagi tantangan masa depan," sambungnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ukraina Menggila Hajar "Urat Nadi" Rusia, Negara Dilanda Krisis
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timnas Indonesia Siapkan Cara untuk Tangkal Provokasi Vietnam di Piala AFF 2026, Begini Jurusnya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Polisi: PT AMA Hanya Layani Misi Kemanusiaan dan Keagamaan di Papua
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Wow! Survei Ungkap 74,2% Masyarakat Percaya pada Pemerintahan Prabowo
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Punya Dua Anak Bukan Alasan, Felicya Angelista dan Caesar Hito Tetap Wajib Pacaran Berdua
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.