Kepala BPIP: Pancasila tak Cukup Dihafal, Harus Menjadi Karakter

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menegaskan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pelajaran atau dihafalkan. Menurut dia, Pancasila harus diwujudkan menjadi karakter dan budaya hidup, terutama di kalangan generasi muda.

Hal itu disampaikan Yudian saat menjadi pembicara kunci pada Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP di Kota Jambi. Kegiatan tersebut diikuti guru SMA, SMP, SD, dan MA se-Kota Jambi serta dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga
  • Peran Generasi Z dalam Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Negara
  • Strategi Aktualisasi Nilai Pancasila Melalui Konten Dakwah Kreatif Gen Z
  • Ketika Pancasila Berhenti di Loket Layanan Publik

Yudian mengatakan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, politik, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ideologi sebagai fondasi persatuan bangsa.

“Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh ideologi yang kokoh. Pancasila adalah fondasi yang menyatukan seluruh keberagaman Indonesia. Karena itu, generasi muda harus menjadi pelopor yang menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, bukan sekadar menghafalnya sebagai teks, tetapi menjadikannya karakter dan budaya hidup,” ujar Yudian dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, pembinaan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi melalui pola pikir, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Yang ingin kita bangun adalah kesamaan cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Ketika generasi muda mampu menginternalisasi nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menjadi benteng utama persatuan bangsa sekaligus motor penggerak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Yudian mengatakan, penguatan ideologi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga keluarga. Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan agar pengamalan Pancasila tumbuh sebagai kesadaran bersama di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi mendukung berbagai program pembinaan ideologi Pancasila yang dijalankan BPIP. Menurut dia, Pancasila harus terus dijaga sebagai perekat bangsa di tengah perkembangan zaman.

“Pancasila merupakan perekat bangsa yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman. Kami menyambut baik kehadiran BPIP di Provinsi Jambi dan siap memperkuat sinergi agar nilai-nilai Pancasila semakin membumi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujar Abdullah Sani.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung penguatan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai Pancasila.

“Pemerintah Kota Jambi siap bersinergi dalam menghadirkan ruang-ruang edukasi yang menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda,” kata Maulana.

BPIP menyatakan akan terus memperluas program pembinaan ideologi Pancasila melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga persatuan bangsa.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Hari Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, 102 Warga Terpaksa Mengungsi
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Tegar di Depan Kamera, Richa Novisha Akui Nikmati Kesedihan Demi Berdamai dengan Kehilangan Usai Gary Iskak Meninggal Dunia
• 21 jam lalugrid.id
thumb
40 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Oktober 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah RI Utus Dubes Teheran Hadiri Penghormatan Terakhir untuk Ayatollah Khamenei
• 4 jam laludisway.id
thumb
Lisa Mariana Bantah Lakukan Penipuan, Bakal Lapor Balik atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.