Soal Polemik Amplop Bupati Kuansing, Peneliti Pukat UGM: Ada 3 Kemungkinan

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman mengungkapkan tiga kemungkinan yang terjadi terkait amplop yang ditinggalkan Suhardiman Amby dalam pertemuannya dengan Menhut Raja Juli Antoni. (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman mengungkapkan tiga kemungkinan yang terjadi terkait amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby dalam pertemuannya dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. 

Menurut penuturannya, tiga kemungkinan yang dimaksud yakni adanya potensi dugaan suap, dugaan gratifikasi, atau dugaan bukan tindak pidana.

"Ini ada tiga kemungkinan itu, antara kemungkinan suap, kemungkinan gratifikasi atau kemungkinan bukan kedua-duanya," kata Zaenur dalam dialog Kompas Petang, KompasTV, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Peneliti Pukat UGM soal Polemik Amplop Bupati Kuansing, Sebut KPK Perlu Periksa Menhut Raja Juli

Ia menjelaskan, terkait kemungkinan terjadinya suap, ketika ada meeting of minds (kesepakatan) antara pemberi dan penerima.

"Ada merupakan gratifikasi, kalau tidak ada pertemuan maksud (kesepakatan) antara pemberi dan penerima. Tapi syaratnya juga si penerima memang menerima uangnya gitu," ucapnya.

"Tapi juga bukan merupakan kedua-duanya, bukan suap, bukan gratifikasi. Kalau hanya ada amplop ditinggalkan, si penerima tidak tahu, si penerima tidak pernah menerima bahwa dia diberikan sesuatu gitu," ujarnya.

Terhadap tiga kemungkinan tersebut, kata Zaenur merupakan tugas penyidik untuk membedakannya, apakah yang terjadi merupakan tindak pidana suap, gratifikasi, atau justru bukan tindak pidana keduanya. 

"Mana di antara ketiga kemungkinan ini yang terjadi di kasus ini, itu tugas penyidik KPK. Penyidik dibekali kemampuan untuk membedakan, untuk bisa membedakan apakah ini pihaknya berbohong, memberikan informasi tidak benar, karena semua pihak, tentu ingin menghindari risiko hukum, baik pemberi maupun penerima," ucapnya.

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni membenarkan dirinya pernah bertemu dengan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebelum kepala daerah tersebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • polemik amplop bupati kuansing
  • bupati kuansing
  • menhut raja juli antoni
  • pukat ugm
  • suap
  • gratifikasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erdogan Minta Israel Tak Boleh Merusak Kesepakatan AS-Iran
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Ekspor Terus Tumbuh, Pendapatan JTPE Capai Rp265 Miliar di Kuartal I-2026
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ibu Hamil di Intan Jaya Tewas Kena Peluru Nyasar, TNI Ungkap Tembakan dari OPM
• 20 jam laludetik.com
thumb
Maskapai AMA Hentikan Sementara Penerbangan di Papua Usai Pilot Tewas Ditembak KKB
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Keinginanmu yang Terpendam
• 20 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.