Para pejabat tinggi Iran memberikan penghormatan terakhir kepada mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (3/7). Hal itu menandai dimulainya rangkaian prosesi pemakaman.
Jenazah Khamenei disemayamkan di Teheran dan diperkirakan akan diiringi jutaan pelayat hingga nantinya dimakamkan.
Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun dalam serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sejak kematiannya, pemerintah Iran menyiapkan prosesi pemakaman kenegaraan berskala besar sebagai bentuk penghormatan kepada sosok tersebut.
Peti jenazah Khamenei sudah mulai didatangi para pelayat di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran. Peti itu diselimuti bendera tiga warna Iran yang menjadi simbol negara tersebut.
Dilansir AFP, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga datang dan memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei. Turut hadir Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Kepala Korps Garda Revolusi Iran Ahmad Vahidi juga menghadiri prosesi tersebut. Kehadirannya menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik pecah.
Sejumlah pemimpin dan delegasi asing turut memberikan penghormatan terakhir. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang selama ini menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah, juga tampak hadir.
Selain itu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Menteri Luar Negeri pemerintahan Taliban Afghanistan juga tampak memberikan penghormatan. Delegasi dari Hamas dan Hizbullah turut mengikuti prosesi berkabung sehari sebelum upacara publik dimulai.
Pemerintah Iran memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan menghadiri pemakaman Khamenei. China dan sejumlah negara tetangga Iran di kawasan Kaukasus juga telah menyatakan akan mengirimkan delegasi resmi.
Pemerintah Iran pun bersiap menghadapi kedatangan jutaan pelayat dari berbagai daerah. Sejumlah warga Teheran mulai membuka rumah mereka untuk menampung tamu yang datang dari luar ibu kota.
Ajakan untuk Rakyat Iran Hadiri PemakamanSehari sebelum prosesi dimulai, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengajak seluruh rakyat Iran untuk menghadiri upacara pemakaman tersebut.
"Seluruh rakyat Iran, untuk menorehkan lembaran sejarah yang gemilang bagi Iran Islam melalui kehadiran Anda," kata dia.
"Seruan bangsa untuk melakukan pembalasan harus bergema di telinga seluruh dunia," lanjutnya.
Menjelang rangkaian pemakaman, aparat keamanan meningkatkan status siaga di Teheran. Foto-foto dan kutipan Khamenei dipasang di berbagai sudut kompleks Grand Mosalla.
Di lokasi lain, sebuah taman besar di Teheran diubah menjadi kamp sementara dengan ratusan tenda Bulan Sabit Merah untuk menampung para pelayat. Petugas juga mulai membongkar pembatas jalan di Azadi Avenue yang akan menjadi jalur utama iring-iringan jenazah pada Senin mendatang.
Sejumlah truk tangki air disiagakan untuk menyemprotkan air ke jalan demi mendinginkan suhu bagi para peserta prosesi. Sebuah replika perahu dengan hiasan bendera merah juga dipasang di kawasan tersebut.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan selama tiga hari. Dalam prosesi itu, jenazah sejumlah anggota keluarganya yang turut meninggal dunia juga akan ditempatkan di lokasi yang sama.
Salah satunya adalah cucu perempuan Khamenei yang masih berusia 14 bulan. Peti jenazah sang cucu juga diselimuti bendera nasional Iran.
Perkantoran di Teheran DiliburkanPemerintah menetapkan Teheran, serta kota suci Qom dan Mashhad, sebagai hari libur selama rangkaian pemakaman berlangsung.
Seluruh kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran diperintahkan tutup mulai Sabtu (4/7) hingga Senin (6/7). Pembatasan lalu lintas juga diberlakukan sehingga sebagian besar pusat kota tidak dapat diakses kendaraan pribadi.
Setelah upacara di Teheran selesai, jenazah Khamenei akan dibawa ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak sebelum dimakamkan pada 9 Juli di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya di timur laut Iran.
Hingga kini belum diketahui apakah putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, akan menghadiri prosesi utama di Teheran. Sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba belum pernah muncul di hadapan publik.
Menjelang upacara pemakaman, suasana Teheran juga tampak lebih lengang dari biasanya. Sejumlah jalan utama yang biasanya dipadati kendaraan terlihat relatif sepi. Beberapa warga memilih meninggalkan ibu kota sebelum prosesi berlangsung.
Isak Tangis Pelayat di Prosesi Pemakaman Ali KhameneiProsesi pemakaman resmi dimulai pada Sabtu pagi dan disiarkan secara langsung oleh media pemerintah Iran. Upacara tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai daerah serta sejumlah pejabat dan tamu kehormatan.
Beberapa pelayat pun menangis saat melihat Khamenei terakhir kalinya sebelum dimakamkan.
Pemerintah Iran menyebut pelaksanaan pemakaman ini sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin tertinggi mereka sekaligus simbol persatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Prosesi tersebut diperkirakan menjadi salah satu upacara pemakaman terbesar yang digelar di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Dubes RI Untuk Iran Hadiri Penghormatan Terakhir KhameneiJuru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang mengatakan, Pemerintah RI menyampaikan penghargaan atas undangan yang diberikan Pemerintah Republik Islam Iran untuk menghadiri rangkaian penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Pemerintah RI menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas undangan Pemerintah Iran untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Almarhum Ayatullah Khamenei," kata Yvonne dalam keterangan yang diterima, Sabtu (4/7).
Yvonne menjelaskan, Pemerintah RI akan diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, untuk menghadiri undangan tersebut.
"Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran," ujarnya.
Yvonne menuturkan, Pemerintah Iran turut mengapresiasi langkah Indonesia yang menunjuk Dubes RI untuk mewakili pemerintah.
"Pihak Iran sampaikan apresiasi terhadap keputusan Pemerintah RI yang secara resmi menunjuk Dubes RI di Tehran untuk mewakili Indonesia," lanjut dia.





