PDIP: PSI Pansos Elektoral

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menanggapi Ketua DPP PSI Bestari Barus yang mengaku heran PDIP terus mengomentari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), padahal sudah tak lagi menjadi kadernya. Deddy menilai PSI hanya sibuk membawa-bawa PDIP.

"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI (kritisi isu rakyat), sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," kata Deddy kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Baca juga: PDIP Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat Safari, PSI Sindir Partai Lawak-lawak

Deddy menilai PSI lebih sering membuat pernyataan yang bersifat sensasional. Dia pun menantikan suara kritis PSI terhadap isu rakyat.

"Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral," ujarnya.

"Ditunggu suaranya soal tuntutan mahasiswa, kasus suap Bupati Kuansing dan soal-soal lain yang terkait dengan rakyat," sambungnya.

Baca juga: Safari Politik Jokowi, PSI Siap Buktikan Jateng Kandang Gajah

Politikus PDIP Minta PSI Jangan Sombong

Sementara itu, Politikus PDIP Guntur Romli menanggapi PSI yang siap memastikan kepada Jokowi jika Jawa Tengah akan menjadi kandang gajah. Guntur menilai PSI tak perlu bersikap terlalu sombong.

"PSI jangan terlalu sombong, Jokowi memaksakan keliling artinya PSI sangat lemah, kalau PSI kuat Jokowi pastinya cuma istirahat dan santai-santai saja. Safari politik itu juga pengalihan isu dari Sekjen PSI yang mengaku menerima duit dari Bupati Kuansing yang baru dikembalikan 10 hari kemudian," kata Guntur kepada wartawan, Minggu (5/7).

"KPK harus jangan tebang pilih masa butuh 10 hari baru dikembalikan, itu tidak menggugurkan peristiwa pidana, juga terhadap Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang rumahnya sudah digeledah, duit miliaran disita tapi sampai saat ini aman-aman saja," imbuhnya.

Baca juga: Menhut Raja Juli Akui Ada Amplop dari Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan

Guntur menilai pernyataan PSI terkait target politik di Jawa Tengah tak perlu dikhawatirkan. Dia mengatakan capaian PSI pada Pemilu 2024 belum menunjukkan kekuatan signifikan.

"Itu bentuk kesombongan saja, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan, kalau PSI itu parpol nomor dua di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," katanya.

"PSI 2024 aja gagal masuk parlemen, meski didukung penuh oleh Jokowi yang waktu itu masih presiden, dengan tagline PSI Partai Jokowi, pasang foto Jokowi di semua baliho, jadi presiden saja Jokowi gagal meloloskan PSI, apalagi tidak jadi presiden. PSI jangan sombong," imbuh dia.


(amw/idh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 5 Juli 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Modus Jadi Penumpang LRT, Spesialis Pencurian Pipa Toilet Ditangkap Polisi Palembang | BORGOL
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peneliti Pukat UGM soal Polemik Amplop Bupati Kuansing, Sebut KPK Perlu Periksa Menhut Raja Juli
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Ribuan Warga Padati Lomba Kerapan Sapi HUT Ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya di Sumenep
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.