Payudara Nyeri Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi lari pagi. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyeri payudara saat berolahraga masih sering dianggap sebagai hal yang wajar oleh banyak perempuan. Padahal, rasa tidak nyaman saat berlari, melompat, atau menjalani latihan intensitas tinggi sebenarnya dapat diminimalkan dengan penggunaan penyangga yang tepat.

Mengutip The Breast Journal, nyeri payudara akibat aktivitas fisik dialami hingga 72% perempuan yang aktif berolahraga. Penelitian menunjukkan bahwa keluhan ini muncul karena payudara tidak memiliki otot yang menopang secara langsung, melainkan hanya disangga oleh kulit, ligamen, dan jaringan ikat.

Saat seseorang berlari, melompat, atau melakukan olahraga berdampak tinggi, payudara tidak hanya bergerak naik dan turun, tetapi juga ke samping serta depan-belakang. Gerakan berulang tersebut dapat menarik jaringan penyangga sehingga memicu rasa nyeri maupun tidak nyaman.


Temuan yang dipublikasikan dalam Frontiers in Sports and Active Living menyebutkan bahwa besarnya perpindahan, kecepatan, dan akselerasi gerakan payudara menjadi faktor utama yang memicu nyeri saat berolahraga.

Selain itu, ukuran payudara, jenis dan intensitas olahraga, serta kualitas penyangga yang digunakan juga turut memengaruhi tingkat keluhan.

Baca: Waspada Biang Kerok Perut Membuncit, Bakar Lemak dengan 3 Sayuran Ini

Sport Bra Jadi Kunci Mengurangi Nyeri

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi nyeri adalah menggunakan sport bra. Berbeda dengan bra sehari-hari, sport bra dirancang untuk menopang payudara dengan lebih optimal sehingga gerakannya tetap terkendali selama beraktivitas.

Fungsi sport bra bukan untuk mengecilkan ukuran payudara, melainkan membatasi gerakan berlebih agar tarikan pada jaringan penyangga dapat diminimalkan. Semakin baik tingkat dukungannya, semakin kecil pula gerakan payudara yang berpotensi menimbulkan rasa sakit.

Selain membantu meredakan nyeri, penggunaan sport bra juga membuat aktivitas olahraga terasa lebih nyaman. Menurut Sports Medicine Australia, sport bra dengan ukuran yang sesuai dapat mengurangi ketidaknyamanan sekaligus memberi keleluasaan bergerak saat berolahraga.

Tak hanya itu, dukungan payudara yang optimal juga dikaitkan dengan konsumsi oksigen yang lebih rendah dan running economy yang lebih efisien saat berlari. Dengan gerakan payudara yang lebih terkendali, tubuh berpotensi menggunakan energi secara lebih hemat sehingga performa olahraga dapat meningkat.

Baca: Banyak Remaja-Gen Z Kena Diabetes, Penyebabnya Tak Cuma Makanan Manis

Pilih Sport Bra Sesuai Jenis Olahraga

Sebaliknya, tidak menggunakan sport bra, memakai ukuran yang tidak sesuai, atau menggunakan sport bra yang sudah longgar dapat mengurangi fungsi penyangga dan meningkatkan risiko nyeri.

Untuk olahraga ringan seperti yoga atau jalan santai, sport bra dengan tingkat dukungan rendah (low support) umumnya sudah memadai. Sementara untuk aktivitas berdampak tinggi seperti lari, Hyrox, skipping, aerobik, maupun high-intensity interval training (HIIT), disarankan menggunakan sport bra dengan tingkat dukungan tinggi (high support) agar gerakan payudara lebih terkendali dan risiko nyeri dapat ditekan.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cuan Bisnis Apparel Olahraga Saat Warga RI Doyan Lari-Main Bola

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Siren Head Difilmkan; Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Berau Kembangkan Kakao Fermentasi sebagai Komoditas Unggulan Ekspor ke Eropa dan Jepang
• 17 jam lalupantau.com
thumb
FIFA Beri Kabar Buruk untuk Persib usai Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh Resmi Gabung, Ada Masalah Apa?
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Komisi I DPR Soroti Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Minta Investigasi Transparan
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.