Pantau - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memperkuat diversifikasi ekonomi daerah melalui hilirisasi perkebunan dengan mengembangkan biji kakao fermentasi sebagai komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor Eropa dan mendapat minat dari Jepang.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa kakao fermentasi asal Berau telah diekspor ke Prancis dan terus berlanjut sejak pengiriman perdana pada Maret 2026.
"Ekspor perdana dilakukan pada Maret 2026 sebanyak 10 ton dan hingga kini masih berlanjut." ujar Sri Juniarsih Mas.
Ekspor Kakao Tembus Prancis dan Diminati JepangPemerintah Kabupaten Berau telah menandatangani nota kesepahaman dengan mitra di Prancis untuk memenuhi permintaan ekspor hingga 50 ton per tahun, sementara Jepang disebut menunjukkan minat yang lebih besar dengan permintaan mencapai sekitar 500 ton per tahun.
Ekspor kakao ini menjadi bukti meningkatnya daya saing komoditas unggulan Berau di pasar global, sekaligus membuka peluang perluasan ekonomi berbasis perkebunan di daerah tersebut.
Kakao Berau memiliki karakter rasa khas dengan keseimbangan pahit dan asam segar yang diminati industri cokelat premium, serta telah mendapat pengakuan di ajang SIAL Interfood sebagai salah satu biji kakao terbaik.
Dorongan Peningkatan Produksi dan HilirisasiPemerintah daerah mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kakao melalui perluasan lahan, intensifikasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian agar mampu memenuhi permintaan ekspor yang terus meningkat.
Dinas terkait juga diminta memperkuat pendampingan, termasuk dukungan pembiayaan, sertifikasi keberlanjutan, dan kerja sama internasional untuk memperkuat rantai pasok kakao Berau.
Pemerintah Kabupaten Berau optimistis pengembangan kakao fermentasi akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah di luar sektor pertambangan batu bara yang selama ini mendominasi struktur ekonomi wilayah tersebut.



