Sukabumi: Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pukul 03.54 WIB, Minggu, 5 Juli 2026. Guncangan itu dirasakan sejumlah wilayah, namun hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan maupun korban.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di bawah laut. Hal itu diketahui berdasarkan analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
"Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut," kata Hartanto dalam keterangan tertulis.
Baca Juga :
Gempa M6,2 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi TsunamiBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa memiliki parameter magnitudo 3,7 dengan episenter berada di laut pada koordinat 7,53 Lintang Selatan dan 106,73 Bujur Timur, atau sekitar 63 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gempa terjadi pada kedalaman 30 kilometer.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan di wilayah Jampang Barat, Kecamatan Cimanggu, Cigaru, serta Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Intensitas gempa berada pada skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI), di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock/McCarony)
Meski sempat dirasakan warga, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak signifikan akibat gempa tersebut. "BMKG juga memastikan hingga pukul 05.43 WIB hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan," ujar Hartanto.
Hartanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG mengingatkan agar informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui media sosial yang telah terverifikasi, situs resmi BMKG, maupun aplikasi InfoBMKG.




