Pengganti Freon Sudah Ditemukan, AC dan Kulkas Bakal Berubah

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: AC Daikin. (Business Wire via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendingin udara dan lemari es bakal berubah di masa depan. Setelah puluhan tahun mengandalkan freon sebagai refrigeran, kini ada zat pendingin yang lebih ramah lingkungan.

Perubahan ini dipicu upaya dunia mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebabnya freon yang ada di AC maupun kulkas disebut-sebut berpotensi menjadi penyebab pemanasan global.

Para peneliti berhasil mengembangkan metode alternatif untuk menurunkan suhu ruangan tanpa mengandalkan zat kimia berisiko seperti hydrofluorocarbon (HFC), yang selama ini dikenal luas sebagai freon. Sebagai gantinya, penelitian tersebut memanfaatkan garam sebagai komponen utama sistem pendingin.


Baca: Aktor China Jadi Korban AI, Banting Setir Jualan Sayur di Pasar

Melansir IFL Science, dikutip Minggu (5/7/2026), teknologi pendingin konvensional pada dasarnya bekerja dengan menyerap lalu membuang panas dari dalam ruangan menggunakan cairan khusus penghantar panas.

Cairan tersebut kemudian diuapkan menjadi gas dan dialirkan melalui sistem tertutup, sebelum dikondensasikan kembali menjadi cairan untuk mengulangi proses pendinginan.

Proses ini sangat efektif sehingga menjadi teknologi standar untuk kulkas, pendingin ruangan (AC), hingga dispenser air minum.

Permasalahannya, material yang digunakan menyimpan bahaya bagi lingkungan.

Peneliti asal Lawrence Berkeley National Laboratory dari University of California, Berkeley mengembangkan cara baru untuk menyerap dan memindahkan energi panas. Model yang mereka gunakan memanfaatkan cara energi tersimpan dan dilepas saat material berubah bentuk, contohnya seperti saat es berubah menjadi air.

Jika suhu ruangan naik, es akan mencair. Pada saat yang sama, es yang mencair menyerap panas dari sekitarnya sehingga membuat ruangan menjadi dingin.

Untuk mencari alternatif proses pendinginan, peneliti fokus menemukan cara "mencairkan es" tanpa meningkatkan suhu. Metode yang ditemukan adalah dengan menambahkan partikel yang berisi energi yang dikenal sebagai ion.

Baca: HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya

Proses pencairan menggunakan partikel ion ini contohnya adalah saat garam digunakan untuk mencegah terbentuknya es di jalan raya ketika musim dingin di negara-negara empat musim. Siklus perubahan bentuk ini diberi nama siklus ionokalori (ionocaloric cycle)

"Belum ada solusi alternatif yang sukses menciptakan dingin, yang bekerja dengan efisien, memenuhi aspek keselamatan, dan tidak berdampak buruk untuk lingkungan. Kami pikir siklus ionocalori punya potensi," kata Drew Lilley dari Lawrence Berkeley National Laboratory.

Tim peneliti telah menguji coba garam yang dibuat menggunakan yodium dan natrium untuk mencairkan etilena karbonat. Cairan yang diproduksi memanfaatkan karbon dioksida ini juga digunakan dalam baterai lithium-ion. Artinya, proses pembuatannya tidak hanya nol emisi, tetapi emisi negatif.

Dalam uji coba itu, temperatur berubah hingga 25 derajat Celcius dengan hanya "charge" sebesar 1 volt.

Kini, peneliti tengah menciptakan sistem praktis yang bisa terapkan secara komersial. Salah satu pengembangannya adalah mencari "garam" yang paling efektif untuk menarik panas dari ruang. Pada 2025, peneliti menemukan bahwa garam yang paling efisien adalah garam yang berbasis nitrat.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Urgensi Pemanfaatan Teknologi AI Demi Efisiensi & Produktivitas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Mukhtarudin Hadiri Pertemuan Bilateral Indonesia-Belarus di Istana Negara
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 5 Juli 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyelidikan kebakaran TPA Jatiwaringin dilakukan usai pemadaman
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Delegasi Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei, Ayat Dilantunkan Iran Jadi Sorotan
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.