Pramono Usul Tambahan 1.000 Kuota Sekolah Rakyat untuk Anak Jalanan di Jakarta

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pramono mengusulkan penambahan 1.000 kuota Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, putus sekolah, hingga anak yang hidup di jalanan di Jakarta.

Pramono Usul Tambahan 1.000 Kuota Sekolah Rakyat untuk Anak Jalanan di Jakarta (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan penambahan 1.000 kuota Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, putus sekolah, hingga anak yang hidup di jalanan di Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme Dalil Baru untuk Gen Z di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga:
Soal PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi Turun Tangan

Pramono mengaku terkesan setelah mengunjungi Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sekolah tersebut mampu memberikan harapan baru bagi anak-anak dari kalangan paling rentan.

"Sekarang ini sudah tertampung kurang lebih di Jakarta Selatan, 100. Dan dari 100 itu, 90 mendapatkan beasiswa dari Pemerintah DKI Jakarta. Tetapi fasilitas dan semangatnya luar biasa," kata Pramono.

Baca Juga:
Trump Akan Memperingati Ulang Tahun ke-250 AS di National Mall

Ia menilai Sekolah Rakyat berhasil mengangkat anak-anak dari latar belakang keluarga tidak mampu, broken home, hingga putus sekolah agar memiliki masa depan yang lebih baik. 

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta meminta penambahan kuota peserta didik Sekolah Rakyat sebanyak 1.000 siswa.

Baca Juga:
Kemenhaj Fokus Benahi Penyelenggaraan Haji 2027

"Karena itu, maka Jakarta langsung saya memutuskan untuk minta kalau untuk Jakarta tambah 1.000 siswa. Dan kami akan menyiapkan boarding school sekolahnya, nanti pendidikan pembelajarannya oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Dia menegaskan tambahan kuota tersebut diharapkan menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat paling bawah.

Baca Juga:
Erick Thohir Tekankan Pentingnya Memberikan Ruang untuk Pelari Disabilitas

"Saya minta yang 1.000 ini betul-betul dari keluarga yang terbawah. Keluarga broken home, keluarga yang anak-anak putus sekolah, anak-anak yang sekarang ini sudah sebagian besar, yang kemarin saya lihat sendiri, yang bekerja di tepi jalanan, pengamen, dan sebagainya," katanya.

Menurut Pramono, perubahan yang dialami para siswa Sekolah Rakyat terlihat nyata. Ia mengaku terkejut melihat kemampuan para siswa yang sudah mampu berbahasa asing dan memiliki optimisme tinggi terhadap masa depan.

"Yang saya kaget, benar-benar mereka bisa bahasa Inggris, mereka bisa bahasa Arab, mereka bisa bahasa Cina, dan wajahnya adalah wajah-wajah yang berubah," kata dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNI Rilis Logo HUT ke-80, Apa Makna Simbolnya?
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Salam Air Resmi Buka Rute Muscat–Kualanamu, Perkuat Akses Langsung Sumatera Utara ke Timur Tengah
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
PT BRN Didenda Ganti Rugi Ekologis Rp78,1 Miliar, Kemenhut Tegaskan Ada Konsekuensi Hukum
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Ingin Tetap Berpidato meski Badai Hambat Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Temuan Logam Tak Biasa Saat KPK OTT Bupati Langkat
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.