Bali, VIVA – Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen alias Bank Mantap, Panji Irawan mengatakan, saat ini Indonesia tengah memasuki fase perubahan struktur demografi, melalui peningkatan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas.
Karenanya, Dia menilai bahwa Indonesia harus mulai menggeser fokus pembangunan ekonomi, dari bonus demografi menuju pengembangan ekonomi perak atau silver economy.
Alih-alih menganggap bahwa kondisi itu sebagai beban ekonomi, Panji justru memastikan bahwa hal itu merupakan peluang bagi lahirnya sumber pertumbuhan baru.
"Masyarakat senior (lansia) tidak boleh lagi diposisikan sebagai beban ketergantungan ekonomi. Karena mereka merupakan kekuatan ekonomi baru yang memiliki daya beli, aset, pengalaman, dan masih produktif," kata Panji dalam media gathering di kawasan Ubud, Bali, Sabtu, 4 Juli 2026.
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, proporsi penduduk lansia telah mencapai 11,97 persen dari total populasi Indonesia, atau melampaui ambang batas 10 persen yang menandai suatu negara memasuki struktur penduduk menua (ageing society).
Sementara angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat menjadi rata-rata 74,15 tahun, seiring anjloknya tingkat kelahiran menjadi 2,13. Menurut Panji, kondisi itu membuat Indonesia menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya rasio ketergantungan penduduk lanjut usia.
Dia menilai, perubahan itu justru membuka peluang berkembangnya silver economy, yakni aktivitas ekonomi yang berorientasi pada kebutuhan sekaligus produktivitas kelompok usia lanjut.
Berbagai sektor berpotensi tumbuh pesat, mulai dari layanan kesehatan berbasis teknologi atau health-tech, pariwisata ramah lansia, produk nutrisi khusus, hingga industri hunian bagi senior (senior living).
"Kelompok usia di atas 50 tahun saat ini memiliki karakteristik berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih sehat, lebih mandiri, memiliki akumulasi aset, dan semakin adaptif terhadap teknologi," ujar Panji.
Dia memperkirakan, jumlah lansia Indonesia akan terus meningkat hingga sekitar 65,82 juta jiwa pada 2045. Karenanya, Panji menilai pengembangan ekosistem ekonomi lansia akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan pensiunan.
Menurutnya, konsep penuaan yang sehat dan produktif (active ageing) perlu diperkuat, agar masyarakat yang memasuki usia pensiun tetap memiliki kesempatan bekerja secara fleksibel sebagai konsultan, mentor, maupun wirausaha. Sehingga, mereka juga bisa memperoleh tambahan pendapatan di luar manfaat pensiun.





