OJK Ingatkan Ancaman Deepfake Kian Canggih, Literasi Digital Jadi Benteng

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai literasi digital menjadi salah satu kunci untuk menghadapi meningkatnya ancaman penipuan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi deepfake. Kemampuan masyarakat mengenali modus kejahatan digital dinilai perlu terus diperkuat seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI Daniel Apriandi mengatakan, pelaku kejahatan siber kini semakin memanfaatkan AI untuk memanipulasi identitas digital sehingga penipuan menjadi lebih sulit dikenali.

Baca Juga
  • Mengapa Manusia Jadi Titik Terlemah Keamanan Siber?
  • Serangan Siber Kripto Kian Kompleks, AI Perkuat Sistem Keamanan
  • Pembahasan RUU Keamanan Siber Didorong Lebih Partisipatif

“Rendahnya tingkat literasi digital masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan,” kata Daniel.

Menurut Daniel, modus phishing dan social engineering terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut diperparah dengan penggunaan AI dan deepfake yang mampu meniru wajah, suara, hingga bahasa tubuh seseorang secara sangat meyakinkan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deepfake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna,” ujarnya.

Daniel mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi maupun permintaan transaksi yang diterima melalui media digital.

OJK bersama Satgas PASTI, lanjut Daniel, terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan transaksi digital sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN Satryo Suryantoro mengatakan, penguatan literasi keamanan siber memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas,” kata Satryo.

Menurut Satryo, peningkatan kesadaran dan kecakapan digital menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan siber berbasis AI sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku penipuan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi 10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil yang Dikendarai Bocah 11 Tahun di Thailand, Pelaku Diduga Berkebutuhan Khusus
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Pembunuh Tapir di Lampung Terancam 15 Tahun Penjara
• 11 jam laludetik.com
thumb
Rekomendasi Drama Korea yang Dibintangi Lim Ji Yeon, Wajib Masuk Watchlist!
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Dinda Kirana Tampil Penuh Luka di Sinetron Baru SCTV, Wajah Disiram Air Keras Demi Selamatkan Bayi
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Intip Prediksi IHSG Besok, Cermati Saham AVIA, JPFA hingga PSAB
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.