REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan tidak ingin terlena oleh berbagai apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Menurutnya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 menjadi momentum untuk membedah berbagai kekurangan agar pelayanan kepada jamaah Indonesia semakin baik pada musim haji mendatang.
Gus Irfan, panggilan akrabnya, mengatakan berbagai pujian yang diberikan kepada Kementerian Haji dan Umrah merupakan penyemangat. Namun, ia menilai evaluasi jauh lebih penting sebagai dasar melakukan perbaikan menyeluruh.
Baca Juga
DPR Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027
Gelar Rakernas Evaluasi Haji 2026, Kemenhaj Bahas Rekrutmen Petugas Hingga Istithaah Kesehatan
Biaya Haji 2027 Diproyeksikan Naik, Wamenhaj Pastikan Jamaah tidak Diberatkan
"Sudah cukup puja-puji, sudah cukup apresiasi. Hari ini kita mulai evaluasi. Pujian menjadi penyemangat, apresiasi menjadi vitamin buat kami, tetapi evaluasi tetap menjadi kebutuhan utama," ujar Gus Irfan usai apel pembukaan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Gus Irfan, sejumlah aspek menjadi perhatian utama dalam evaluasi, mulai dari kesehatan jamaah, pelayanan di Mina, hingga skema pembiayaan haji di tengah kenaikan biaya layanan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di bidang kesehatan, ia mengapresiasi keberhasilan pemerintah menurunkan angka kematian jamaah haji pada musim haji tahun ini. Namun, capaian tersebut dinilai belum memuaskan.
"Kita sudah berhasil menurunkan tingkat kematian, tetapi itu masih belum cukup. Kita berharap tahun depan angkanya bisa sekitar 200, syukur bisa kita tekan lagi," ucapnya.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)