Mobil Datsun Go tahun 2016 bernopol W 1564 SB milik Ika, pendengar Radio Suara Surabaya yang dilaporkan hilang di rumahnya kawasan Sukodono, Sidoarjo pada Sabtu 27 Juni lalu, akhirnya ditemukan di wilayah Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Informasi penemuan mobil itu awalnya disampaikan Eko (bukan nama sebenarnya) kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (4/7/2026) kemarin.
Eko sendiri merupakan warga sekaligus tokoh ormas di Desa Rojopolo, Jatiroto. Ia melaporkan ada mobil yang diduga sama dengan kendaraan milik Ika, setelah melihat unggahan kehilangan mobil tersebut di Facebook e100.
Laporan itu kemudian diteruskan tim Gate Keeper Suara Surabaya kepada Ika sebagai pemilik kendaraan, serta dikoordinasikan dengan Polsek Sukodono, Sidoarjo untuk pendampingan.
Setelahnya, suami Ika bersama anggota Polsek Sukodono dan keluarga langsung berangkat ke Jatiroto pada Sabtu sore. Setibanya di lokasi, kendaraan tersebut dicek bersama warga dan Polsek Jatiroto. Setelah dilakukan pengecekan, mobil itu ternyata dipastikan benar milik Ika.
“Di sana kita ketemu sama warga yang membantu untuk mengamankan unit kendaraan saya. Dan mereka sama-sama kooperatif. Jujur sangat membantu, selain E100 sangat membantu, Polsek dan pihak Jatiroto pun juga sangat membantu,” kata Ika saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (5/7/2026) pagi.
Menurut Ika, saat ditemukan, plat nomor mobil sudah diganti. Stiker yang sebelumnya menjadi ciri kendaraan bahkan sudah dilepas, diganti dengan stiker lain. Namun, keluarga masih mengenali beberapa ciri khusus mobil tersebut. Setelah dicek rangka kendaraannya oleh kepolisian, betul dipastikan bahwa unit tersebut adalah milik Ika.
“Tapi kita kan paham ya mobil kita, dan saya itu baru ingat ada beberapa ciri khusus yang belum saya sebutkan di situ. Kita sempat cek rangka juga sama pihak Polsek dan akhirnya dipastikan bahwa itu memang kendaraan saya,” ujar Ika.
Ika menyebut, mobil itu saat ini sudah dibawa ke Polsek Sukodono untuk proses penyelidikan. Rencananya, serah terima unit kendaraan kepada keluarga dilakukan pada Senin (6/7/2026). “Terima kasih juga, terima kasih suara Surabaya dan para netizen,” tutupnya.
Di sisi lain, Sukiyanti Kepala Desa Rojopolo, Jatiroto, Kabupaten Lumajang saat dikonfirmasi membenarkan adanya peran warga dan tokoh masyarakat dalam penemuan mobil tersebut. Menurutnya, dari cerita warga, mereka curiga karena mobil itu terlihat mondar-mandir di kawasan Rojopolo.
“Yang tahu itu waktu itu teman-teman tokoh masyarakat. Mungkin tahu kok itu bolak-balik gitu,” kata Sukiyanti.
Ia mengatakan, warga di wilayahnya memang rutin berjaga untuk keamanan lingkungan. Kecurigaan pun makin kuat karena belakangan warga juga sedang was-was soal isu pencurian sapi.
Saat mobil itu dikejar dan dikepung warga, orang-orang di dalamnya panik. Mereka menghentikan mobil di pinggir jalan dekat sungai di daerah Talang, lalu kabur. “Nyebur sungai katanya. Jalannya dekat sungai,” ujar Sukiyanti.
Sementara Eko saat dikonfirmasi ulang menceritakan kalau kecurigaan warga berawal dari mobil tersebut yang beberapa kali mondar-mandir pada jam tidak wajar.
Begitu mendapat laporan itu, ia kemudian berkoordinasi dengan warga dan Polsek setempat setelah mendapat laporan dari masyarakat. Beda dengan cerita Sukiyanti, menurut Eko, warga saat itu bukan mengejar, melainkan hanya membuntuti sekitar dua kilometer dari jalan desa hingga ke jalan raya provinsi.
“Sebenarnya kan kita ingin buntuti, mereka kan belum melakukan tindakan tindak pidana, belum masih baru mau melakukan tindak pidana,” ucapnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu pagi.
Dari penuturan warga yang membuntuti, kecurigaan mobil itu akan melakukan tindak pidana, karena kursi/seat bagian belakang mobil itu ditidurkan untuk dimasuki sapi yang akan dicuri.
“Kalau dilihat dari dari mobil, itu (seat belakang) sudah dirobohin, yang jelas bawa sapi. Ya wis ilmunya orang,” ungkapnya.
Eko menjelaskan, warga sebenarnya berniat membuntuti untuk mengetahui tujuan mobil tersebut. Namun, orang-orang di dalam mobil menurutnya justru panik dan tiba-tiba kabur setelah kendaraan berhenti di pinggir jalan dan meloncat.
Namun, setelah meloncat ke sungai itu, anehnya para pelaku langsung hilang tanpa jejak. “Kita juga enggak jelas ada berapa orang, tapi menurut beberapa yang sempat melihat kurang lebih lima orang,” ujarnya.
Setelah mobil ditinggalkan, Eko dan warga memeriksa kendaraan tersebut. Ia menyebut pintu mobil dalam kondisi terbuka dan di dalamnya ditemukan sejumlah plat nomor. “Plat nomor, banyak plat nomor. Di bawah kursi itu. Ada tiga pasang,” kata Eko.
Mobil itu kemudian diamankan di Koperasi Desa Merah Putih dengan penjagaan warga, sebelum dikoordinasikan dengan Polsek Jatiroto dan selanjutnya ditindaklanjuti bersama Polsek Sukodono, Sidoarjo.
Eko mengatakan, apa yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong untuk membantu sesama. Apalagi, menurutnya wilayah Jatiroto sudah punya citra buruk terkait pencurian ternak.
“Sebagai warga negara, kita juga punya kewajiban untuk saling membantu antarwarga. Pada waktu itu ada seseorang sedang kesulitan, kita bisa ngasih bantuan, itu sudah hal yang luar biasa buat kami,” pungkasnya. (bil/iss)




