VIVA – Persiapan Timnas Inggris menghadapi Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi besar. FIFA kini didesak untuk menyelidiki tuan rumah setelah muncul dugaan pelanggaran yang dilakukan pendukung dan pihak terkait Meksiko.
Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar usai menaklukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1. Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan The Three Lions lewat dua gol pada babak kedua.
Namun, jelang duel melawan Meksiko di Stadion Azteca, fokus tidak lagi hanya tertuju pada pertandingan. Berbagai polemik justru mencuat dan membuat atmosfer laga semakin panas.
Sebelumnya, sempat beredar kabar jadwal kick-off akan dimajukan enam jam karena alasan cuaca ekstrem. Meski begitu, FIFA akhirnya memastikan pertandingan tetap digelar sesuai jadwal, yakni pukul 18.00 waktu setempat atau 01.00 dini hari waktu Inggris.
Di balik kepastian tersebut, muncul persoalan lain yang lebih serius. FIFA disebut berpotensi menjatuhkan sanksi kepada Meksiko akibat ulah suporternya saat menang 2-0 atas Ekuador di babak 32 besar.
Tak hanya nyanyian suporter yang dianggap melanggar aturan FIFA, Federasi Sepak Bola Ekuador juga resmi mengajukan pengaduan dan meminta investigasi menyeluruh terhadap Meksiko.
Dalam pernyataan resminya, Federasi Ekuador mengaku telah melaporkan berbagai insiden yang terjadi sebelum hingga selama pertandingan.
Mereka menilai ada sejumlah tindakan yang diduga mengganggu keamanan serta kenyamanan pemain dan pendukung Ekuador.
"Federasi telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA dan meminta investigasi mendetail terhadap seluruh kejadian sebelum maupun selama pertandingan, termasuk semua hal yang diduga mengganggu aspek keselamatan dan keamanan pemain serta suporter kami," tulis pernyataan Federasi Ekuador.
Ekuador juga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan jalur resmi untuk mengusut dugaan pelanggaran yang terjadi pada pertandingan sebesar Piala Dunia.
Menurut berbagai laporan, rombongan Ekuador sudah mengalami masalah sejak tiba di Meksiko. Penerbangan mereka disebut mengalami penundaan selama beberapa jam tanpa penjelasan yang jelas.
Gangguan berlanjut saat tim menginap di hotel. Sejumlah orang dilaporkan sengaja membuat kebisingan menggunakan pengeras suara, klakson, hingga sepeda motor pada malam hari yang diduga bertujuan mengganggu waktu istirahat para pemain.





