Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diproyeksikan memiliki ruang untuk menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan depan seiring dengan potensi pelemahan indeks dolar AS.
Hal itu setelah rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam menunjukkan sinyal perlambatan.
Analis Doo Financial Futures memperkirakan dari sisi eksternal, dengan minimnya agenda data ekonomi penting dari AS membuat perhatian investor tetap tertuju pada dampak data nonfarm payrolls (NFP) yang lebih lemah dari perkiraan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks dolar AS untuk melanjutkan pelemahannya, sehingga memberikan ruang bagi mata uang rupiah untuk menguat.
Namun demikian, dari sisi domestik penguatan mata uang Garuda akan bergantung terhadap sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah rilis data ekonomi domestik tersebut adalah cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, hingga penjualan ritel.
Baca Juga
- Stablecoin Rupiah IDRX Dibidik Jadi Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 3 Juli 2026
- Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.945 per Dolar AS Akhir Pekan (3/7)
"Penguatan rupiah dapat tertahan dan mungkin berbalik melemah apabila data-data ekonomi domestik pekan depan mengecewakan," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Meski begitu, performa rupiah diperkirakan masih tertinggal dibandingkan mayoritas mata uang Asia lainnya. Hal ini lantaran rupiah masih dibayangi sejumlah sentimen domestik yang membuat investor cenderung berhati-hati.
Beberapa faktor yang masih membebani antara lain kekhawatiran terhadap potensi penurunan peringkat utang (downgrade) Indonesia, status pasar modal Indonesia, hingga isu mengenai ketahanan fiskal pemerintah.
Berbagai sentimen tersebut dinilai membuat penguatan rupiah relatif lebih terbatas dibandingkan mata uang regional lainnya.
Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan pekan depan.
Adapun nilai tukar rupiah ditutup menguat 44 poin ke level Rp17.945 per dolar AS dalam perdagangan Jumat (3/7/2026).
Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap rilis data ekonomi domestik serta perkembangan sentimen global.





