Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) diramaikan dengan parade budaya dari Jakarta World Folklore Festival (JWFF) hari ini. Warga berbondong-bondong menonton iring-iringan hingga tarian tradisional di Bundaran HI.
Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (5/7/2026), iring-iringan itu dimulai di Patung Sudirman. Kemudian, para peserta parade dari tujuh negara itu sempat menampilkan tarian tradisional asal negara masing-masing di dekat Halte Tosari dan Bundaran HI.
Beberapa perwakilan negara yang terlihat antara lain Filipina, Yunani, Rusia, Romania, Polandia, Korea, hingga Indonesia diwakili dari Cilegon, Banten. Misalnya, wakil dari Yunani menampilkan Tari Syrtos, kemudian dari wakil Indonesia menampilkan Tari Bandrong.
Selanjutnya, parade budaya ini merupakan acara menyambut 500 tahun Jakarta. Ornamen khas Betawi kental dengan ondel-ondel yang dipajang di panggung utama.
Seorang warga asal Pasuruan, Jawa Timur, bernama Karomah mengaku senang melihat parade budaya di CFD. Bagi mereka, hari ini sangat berkesan karena pertama kali jalan-jalan ke CFD disuguhkan agenda yang meriah.
"Kita yang dari luar Jakarta sangat apa ya, excited, sangat bangga sekali di tengah-tengah apa namanya gedung bertingkat tapi masih menonjolkan khas adat budaya Betawi di Jakarta," kata Karomah saat ditemui di lokasi.
Selanjutnya, anak Karomah, Muhammad Agha Bimuka, mengatakan awalnya mereka hendak melihat Monas dan Gedung Thamrin Nine. Namun tiba-tiba dia justru melihat warga asing berpenampilan khas negara masing-masing.
"Ya pokoknya ya aku tuh tiba-tiba terkejut kalau tiba-tiba ada itu, ada bule-bule dari negara lain. Aku sebenarnya mau mencari Monas atau Gedung Autograph atau Thamrin Nine ya kalau nggak salah? Atau gedung tertinggi di Indonesia," kata Agha.
Bagi Agha, pengalaman melihat parade budaya dan berfoto dengan ondel-ondel di Jakarta adalah hal berkesan. Dia dan adiknya Ain Chadia Aesha mengaku baru tahu kalau Jakarta sebentar lagi berusia 500 tahun.
"Seru sekali, tadi nari-nari itu loh. Oh ternyata gini ya, Jakarta hampir 5 abad," ucap dia.
Selanjutnya, Presiden Conseil International des Organisations de Festivals de Folklore et d'Arts Traditionnels (CIOFF) Indonesia Said Rachmat mengatakan Jakarta World Folklore Festival merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan CIOFF Indonesia. Acara ini dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta yang ke-500 pada 2027.
"Nah, dengan itu kami ingin supaya Jakarta menjadi kota global di dunia. Sekarang ini Indonesia (Jakarta) menjadi kota 71 global di dunia, semenjak kepemimpinan Bapak Pramono Anung dari urutan 74 menjadi urutan ke-71. Nah, dengan adanya kegiatan internasional seperti ini, kita harapkan nanti pada tahun 2030, Jakarta bisa masuk 50 kota global di dunia," kata Said.
Selanjutnya, Hendrik A Rum Sujiwati Owner Sanggar Puspa Arum dari Cilegon mengatakan anak didiknya sangat antusias diberi kesempatan tampil di JWFF tahun ini. Menurut dia, anak-anak didiknya sampai berkenalan dengan setiap peserta dari berbagai negara.
"Wuh, apalagi anak-anak kami tuh senang banget, bangga, bahagia, dan bisa kenalan dengan penari-penari dari mancanegara. Tadi mereka kenalan dengan orang Korea, dengan orang mana itu? Polandia. Dengan banyak teman-teman yang dari penari-penari dari luar. Mereka senang banget, happy banget, sampai jalan saja tidak terasa walaupun jauh gitu," kata Sujiwati.
(tsy/dwr)





