Jakarta (ANTARA) - Dalam tulisan yang dipublikasikan di Variety pada Sabtu (4/7), penulis musik senior Chris Willman menyebut pernikahan musisi Taylor Swift dengan atlet Travis Kelce di New York, Amerika Serikat, Jumat (3/7) waktu setempat, sebagai akhir dari sekitar dua dekade penulisan lagu tentang pernikahan sang musisi.
Willman menunjukkan perubahan pandangan Swift tentang cinta dan pernikahan yang tertuang dalam lirik lagu-lagu sang bintang pop.
Menurut dia, referensi awal sang musisi tentang pernikahan dalam lagu cenderung kekanak-kanakan dan menawan, seperti yang tertuang dalam lagu "Love Story" (2008).
Setelah itu, bayangan tentang kemungkinan menjadi yang diabaikan dituangkan dalam lagu seperti "Foolish One," di mana dia menulis, "Aku akan mendapatkan tatapan rindumu tetapi dia akan mendapatkan cincinmu."
Willman menyebut lirik lagu itu mungkin hanya baris acak seorang penulis lagu pop atau seorang manusia yang cukup cerdas untuk sedikit mempersiapkan diri menghadapi apa yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dalam hidupnya.
Baca juga: Taylor Swift dan Travis Kelce menikah
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, lirik lagu Swift mengarah pada refleksi mengenai hubungan jangka panjang yang lebih matang dan dewasa.
Dalam album Lover (2019), Swift menghadirkan lagu-lagu tentang komitmen dalam hubungan seperti "Lover" dan "Paper Rings."
Namun, dia kemudian menulis lagu-lagu yang dinilai menunjukkan rasa takut tentang pernikahan seperti "Illicit Affairs", "Champagne Problems," dan "Tolerate It" yang menyedihkan.
Baca juga: Adam Sandler jadi "penghulu" pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce
Lagu-lagu dalam album Midnights (2022) dinilai menunjukkan pernyataan Swift bahwa dia adalah perempuan mandiri yang tidak perlu menikah untuk menjalani hidup dengan bahagia.
Bagian yang paling menggambarkan pola pikir Swift pada album tersebut menurut Willman terdapat pada lagu pembuka yang berjudul "Lavender Haze", yang terdengar seperti kritik terhadap gambaran ideal pernikahan.
Setelah itu, dalam lagu "You’re Losing Me" yang dirilis tahun 2023 yang menceritakan akhir sebuah hubungan, sang musisi menulis lirik "I wouldn’t marry me either."
Album The Tortured Poets Department (2024) yang menurut Willman merupakan karya Swift yang paling jujur memuat lagu-lagu tentang naik turunnya ketertarikan, komitmen pernikahan, dan perpisahan.
Dalam album The Life of a Showgirl, ia memperbarui sumpahnya dengan berbicara tentang pernikahan dengan cara yang optimis.
Lagu "Eldest Daughter" dalam album tersebut liriknya ada yang berbunyi, "Ketika saya mengatakan saya tidak percaya pada pernikahan, itu adalah kebohongan."
Baca juga: Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce dihadiri 1.000 lebih tamu
Baca juga: Taylor Swift-Travis Kelce sumbangkan 26 juta dolar jelang pernikahan
Willman menunjukkan perubahan pandangan Swift tentang cinta dan pernikahan yang tertuang dalam lirik lagu-lagu sang bintang pop.
Menurut dia, referensi awal sang musisi tentang pernikahan dalam lagu cenderung kekanak-kanakan dan menawan, seperti yang tertuang dalam lagu "Love Story" (2008).
Setelah itu, bayangan tentang kemungkinan menjadi yang diabaikan dituangkan dalam lagu seperti "Foolish One," di mana dia menulis, "Aku akan mendapatkan tatapan rindumu tetapi dia akan mendapatkan cincinmu."
Willman menyebut lirik lagu itu mungkin hanya baris acak seorang penulis lagu pop atau seorang manusia yang cukup cerdas untuk sedikit mempersiapkan diri menghadapi apa yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dalam hidupnya.
Baca juga: Taylor Swift dan Travis Kelce menikah
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, lirik lagu Swift mengarah pada refleksi mengenai hubungan jangka panjang yang lebih matang dan dewasa.
Dalam album Lover (2019), Swift menghadirkan lagu-lagu tentang komitmen dalam hubungan seperti "Lover" dan "Paper Rings."
Namun, dia kemudian menulis lagu-lagu yang dinilai menunjukkan rasa takut tentang pernikahan seperti "Illicit Affairs", "Champagne Problems," dan "Tolerate It" yang menyedihkan.
Baca juga: Adam Sandler jadi "penghulu" pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce
Lagu-lagu dalam album Midnights (2022) dinilai menunjukkan pernyataan Swift bahwa dia adalah perempuan mandiri yang tidak perlu menikah untuk menjalani hidup dengan bahagia.
Bagian yang paling menggambarkan pola pikir Swift pada album tersebut menurut Willman terdapat pada lagu pembuka yang berjudul "Lavender Haze", yang terdengar seperti kritik terhadap gambaran ideal pernikahan.
Setelah itu, dalam lagu "You’re Losing Me" yang dirilis tahun 2023 yang menceritakan akhir sebuah hubungan, sang musisi menulis lirik "I wouldn’t marry me either."
Album The Tortured Poets Department (2024) yang menurut Willman merupakan karya Swift yang paling jujur memuat lagu-lagu tentang naik turunnya ketertarikan, komitmen pernikahan, dan perpisahan.
Dalam album The Life of a Showgirl, ia memperbarui sumpahnya dengan berbicara tentang pernikahan dengan cara yang optimis.
Lagu "Eldest Daughter" dalam album tersebut liriknya ada yang berbunyi, "Ketika saya mengatakan saya tidak percaya pada pernikahan, itu adalah kebohongan."
Baca juga: Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce dihadiri 1.000 lebih tamu
Baca juga: Taylor Swift-Travis Kelce sumbangkan 26 juta dolar jelang pernikahan





