Sekitar 400 Ribu Warga Kembali ke Lebanon Selatan, Pemerintah Siapkan Rencana Rekonstruksi

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Sosial Lebanon Haneen El Sayed menyatakan sekitar 400.000 warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke wilayah Lebanon selatan, meski banyak lainnya masih belum dapat pulang akibat kerusakan yang meluas di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Haneen El Sayed saat mengunjungi Kota Tyre, Lebanon selatan, pada Sabtu (4/7).

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan para pejabat Persatuan Pemerintah Kota Distrik Tyre serta unit penanggulangan bencana setempat.

Haneen mengatakan gencatan senjata masih berada dalam kondisi rapuh.

Meski demikian, Lebanon selatan mulai menyaksikan kembalinya warga yang sebelumnya mengungsi.

Kunjungan tersebut bertujuan menilai kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.

Hasil kunjungan akan menjadi bagian dari persiapan rencana yang lebih luas terkait pemulangan warga, pemulihan, dan rekonstruksi.

Pemerintah Ajukan Dukungan Internasional

Haneen mengatakan kapasitas keuangan pemerintah Lebanon masih terbatas.

Pemerintah Lebanon akan mengajukan permohonan dukungan pendanaan kepada komunitas internasional.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memulai proyek-proyek rekonstruksi.

Bantuan internasional juga diharapkan dapat mendukung pemberian bantuan darurat kepada keluarga yang terdampak.

Pemerintah Lebanon sedang mengupayakan bantuan biaya sewa bagi keluarga pengungsi yang belum dapat kembali ke rumah mereka.

Pemerintah juga mengkaji mekanisme bantuan dana perbaikan bagi pemilik rumah yang mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, pemerintah mempertimbangkan penyediaan unit hunian prefabrikasi sebagai solusi tempat tinggal sementara.

Ribuan Korban Akibat Konflik

Sejak 2 Maret, Israel terus melancarkan serangan militer di Lebanon.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan 4.303 orang.

Sebanyak 12.202 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Serangan itu juga memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ukraina Klaim Serang Terminal Minyak Utama Rusia di St. Petersburg
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menteri Pertanian Sebut Teknologi Pertanian Merauke Sejajar dengan Negara Maju
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Mesin Kapal Mati, 150 Penumpang KM Makmur Jaya Dievakuasi dari Perairan Pulau Pari
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Sorgum Membuka Harapan Baru dalam Melawan Alzheimer
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Bupati Afandin Terjerat OTT KPK Kasus Suap Proyek Pemkab Langkat
• 2 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.