Terkini, Makassar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan International Community Service Program yang berkolaborasi dengan Isabela State University (ISU), Filipina. Kegiatan bertajuk “Pragmatic Competence in English for Educators: Teaching Context-Appropriate Communication in Indonesian-Filipino Classrooms” ini dilaksanakan secara hybrid pada 16 Juni 2026 dan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas dosen, guru, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari Indonesia dan Filipina.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. H. Baharullah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi internasional merupakan salah satu bentuk implementasi nyata tridarma perguruan tinggi sekaligus strategi memperkuat jejaring akademik di tingkat global.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mitra internasional seperti ini merupakan wujud nyata komitmen FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar dalam membangun kolaborasi global. Melalui kerja sama dengan Isabela State University, kami berharap tercipta pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global,” ujar Dr. H. Baharullah, M.Pd.
Beliau menambahkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui mobilitas akademik, tetapi juga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan manfaat nyata bagi institusi mitra maupun masyarakat luas. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan Filipina diharapkan terus berkembang melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, St. Asmayanti AM, M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di banyak negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL) masih cenderung berorientasi pada penguasaan tata bahasa dan kosakata. Padahal, kemampuan berkomunikasi yang efektif juga ditentukan oleh pemahaman terhadap konteks sosial dan budaya tempat bahasa tersebut digunakan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan pentingnya pragmatic competence kepada para pendidik sehingga pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya menghasilkan peserta didik yang mampu menggunakan struktur bahasa dengan benar, tetapi juga mampu berkomunikasi secara santun, efektif, dan sesuai dengan konteks budaya. Kami berharap para pendidik dapat mengintegrasikan aspek pragmatik ke dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik memiliki kompetensi komunikasi yang lebih siap menghadapi interaksi global,” ungkap St. Asmayanti AM, M.Pd.
KEgiatan yang di nahkodai oleh St. Asmayanti AM, M. Pd ini juga narasumber dari Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu Dr. Hj. Ilmiah, M.Pd, Hijrah, M. Pd, dan Dr. Syukri, S. Sos., M. Si serta tim dari Isabela State University yaitu Dr. Ma. Theresa L. Eustaquio dan Prof. Juanito P. Tandoc Jr, Ph.D. yang membahas berbagai topik, antara lain konsep dasar pragmatic competence, Speech Act Theory, strategi kesantunan (politeness strategies), serta komunikasi lintas budaya (intercultural communication). Materi disampaikan melalui presentasi interaktif yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia dan Filipina.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kompetensi pragmatik dalam pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan wawasan baru mengenai strategi mengintegrasikan aspek komunikasi lintas budaya ke dalam proses pembelajaran. Forum ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik baik (best practices) antara pendidik dari kedua negara.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memperkuat hubungan akademik antara Universitas Muhammadiyah Makassar dan Isabela State University sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, serta publikasi ilmiah internasional.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan jejaring internasional. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik dari berbagai negara serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris di tingkat regional maupun global.




