Liputan6.com, Jakarta - Partisipasi masyarakat Jakarta Pusat dalam Gerakan Pilah Sampah dari Sumber terus menunjukkan peningkatan seiring intensifikasi sosialisasi dan edukasi yang dilakukan.
Menurut Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Slamet Riyadi, hingga 1 Juli 2026, tercatat sebanyak 20.209 rumah tangga atau 16,23 persen dari total 124.519 rumah di Jakarta Pusat telah menerapkan pemilahan sampah.
Advertisement
"Jumlah rumah yang melakukan pemilahan sampah terus meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong melalui sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan secara langsung," ujar Slamet, melansir Antara.
Dia menyampaikan, pada Mei 2026, jumlah rumah tangga di Jakarta Pusat yang melakukan pemilahan sampah tercatat sebanyak 12.948 rumah. Hingga 22 Juni 2026, jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 14.330 rumah.
"Adapun hingga 1 Juli 2026, sebanyak 20.209 rumah yang tersebar di delapan kecamatan telah turut menerapkan pemilahan sampah," ucap Slamet.
Dia juga menyebut, sosialisasi dan edukasi dilakukan hingga tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), kelurahan, kecamatan, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk memperluas cakupan rumah tangga yang memilah sampah.




